bytedaily
Kamis, 16 April 2026 - 06:34 WIB

Ancaman Sanksi UEFA Mengintai Raphinha Usai Lontarkan Kata 'Dirampok' Pasca Kegagalan Barcelona

Redaksi 16 April 2026 1 views
Ancaman Sanksi UEFA Mengintai Raphinha Usai Lontarkan Kata 'Dirampok' Pasca Kegagalan Barcelona
Ilustrasi: Ancaman Sanksi UEFA Mengintai Raphinha Usai Lontarkan Kata 'Dirampok' Pasca Kegagalan Barcelona

bytedaily - Penyerang sayap Barcelona, Raphinha, kini menghadapi potensi hukuman dari UEFA menyusul komentarnya yang menyebut timnya 'dirampok' menyusul tersingkirnya klub dari perempat final Liga Champions 2025/2026. Pernyataan keras pemain berusia 29 tahun itu, yang merujuk pada keputusan wasit Clement Turpin dalam kekalahan agregat 2-3 dari Atletico Madrid, dinilai telah melanggar aturan UEFA terkait penghinaan terhadap ofisial pertandingan dan otoritas sepak bola Eropa.

Insiden ini bermula dari kekalahan Barcelona pada leg kedua di Stadion Wanda Metropolitano, Rabu (15/4) dini hari WIB, dengan skor 2-1, yang tidak cukup untuk membalikkan kekalahan 0-2 di leg pertama. Meskipun absen dalam pertandingan krusial tersebut, Raphinha meluapkan kekecewaannya secara terbuka, mengkritik kepemimpinan wasit dan secara eksplisit menyatakan bahwa Barcelona telah 'dirampok'. UEFA sendiri memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi larangan bertanding hingga tiga laga di kompetisi antarklub Eropa, sebuah preseden yang pernah terjadi pada kasus Neymar di tahun 2019.

Selain komentar verbal, Raphinha juga sempat terlibat dalam insiden gestur yang menyinggung pendukung Atletico Madrid, yang kemudian ia klarifikasi sebagai respons terhadap cemoohan. Namun, jika sanksi dijatuhkan, pemain asal Brasil ini kemungkinan besar akan menjalani hukuman tersebut pada fase grup Liga Champions musim 2026/2027. Kasus ini menyoroti sensitivitas komunikasi pemain terhadap keputusan wasit dan regulasi ketat yang diterapkan oleh badan sepak bola Eropa.