bytedaily - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengkonfirmasi bahwa tiga Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan segera memulai pengeboran empat sumur migas baru di wilayah timur utara Aceh pada tahun 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap mulai berkurangnya cadangan di sumur-sumur lama dan untuk mendorong peningkatan produksi migas masing-masing perusahaan.
Ketiga KKKS yang terlibat adalah PT Medco E&P Malaka yang akan mengebor satu sumur kondensat di Aceh Timur, Pema Global Energi (PGE) dengan dua sumur eksplorasi (kondensat dan gas) di Aceh Utara, dan Triangle Pase Inc (TPI) Blok Pase yang akan mengebor satu sumur kondensat di Aceh Timur. Pengeboran PGE dan TPI dijadwalkan pada akhir 2026, sementara Medco E&P Malaka akan memulai persiapan di tahun yang sama untuk pengeboran awal 2027.
Kepala BPMA, Nasri Djalal, menegaskan bahwa penambahan sumur baru ini merupakan bagian integral dari rencana kerja dan anggaran (WP&B) 2026. Upaya ini krusial mengingat cadangan migas Aceh yang terbatas dan kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan produksi. BPMA secara aktif mendorong para KKKS untuk tidak hanya mengoptimalkan sumur eksisting melalui teknologi, tetapi juga secara proaktif mencari dan mengembangkan cadangan baru.