bytedaily
Kamis, 16 April 2026 - 06:56 WIB

Ekspektasi Damai Timur Tengah Dongkrak IHSG, OJK Siapkan Jurus Jitu Pasar Modal 2026-2030

Redaksi 16 April 2026 3 views
Ekspektasi Damai Timur Tengah Dongkrak IHSG, OJK Siapkan Jurus Jitu Pasar Modal 2026-2030
Ilustrasi: Ekspektasi Damai Timur Tengah Dongkrak IHSG, OJK Siapkan Jurus Jitu Pasar Modal 2026-2030

bytedaily - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi, 16 April 2026, mencatatkan penguatan signifikan, sejalan dengan tren positif di bursa global dan regional. Optimisme pasar dipicu oleh harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. IHSG dibuka menguat 0,98 persen ke level 7.750,90, sementara indeks LQ45 naik 1,03 persen ke posisi 772,22.

Analis memperkirakan IHSG berpeluang menguji level 7.800 jika mampu bertahan di atas 7.700, namun kewaspadaan terhadap potensi aksi jual jangka pendek tetap diperlukan mengingat indikator teknikal yang menunjukkan area overbought. Perkembangan positif ini didukung oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai adanya kontak dari pejabat Iran yang ingin mencapai kesepakatan, serta upaya mediasi dari Pakistan dan dimulainya negosiasi langsung antara AS, Israel, dan Lebanon. Di sisi lain, laporan IMF memproyeksikan perlambatan pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1 persen pada 2026 dan 3,2 persen pada 2027, dengan risiko stagflasi dan resesi global jika konflik Timur Tengah berlanjut, yang berpotensi mengganggu pasokan energi dan menaikkan harga minyak.

Sementara itu, dari ranah domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan dua roadmap strategis 2026-2030 yang dirancang untuk memperdalam pasar keuangan Indonesia. Fokus utama meliputi pengembangan pasar derivatif dengan penekanan pada perlindungan investor dan efisiensi pasar, serta penguatan pasar modal berkelanjutan yang berorientasi pada instrumen ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk mendukung target net zero emission Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan pasar keuangan yang lebih likuid, efisien, dan berdaya saing di kancah global.