bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sebesar 4,20 persen atau 245,01 poin, ditutup pada level 5.594 pada Jumat (5/6). Sepanjang pekan sebelumnya, IHSG tercatat anjlok 8,73 persen, dengan tiga hari perdagangan yang ditutup melemah dan satu hari menguat.
Dalam periode 2 hingga 5 Juni 2026, kapitalisasi pasar bursa menurun 8,59 persen dari Rp10.729 triliun menjadi Rp9.807 triliun. Meskipun demikian, rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan 8,66 persen menjadi 33,63 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian justru menurun 5,71 persen menjadi Rp26,97 triliun, namun rata-rata frekuensi transaksi harian mencatat kenaikan terbesar sebesar 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali transaksi.
Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp3,73 triliun pada hari Jumat (5/6) dan Rp61,36 triliun sepanjang tahun 2026. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG pada awal pekan depan berpotensi bergerak melemah terbatas di kisaran 5.360 hingga 5.865. Ia mencatat adanya pengurangan tekanan volume transaksi di tengah aksi jual investor asing yang mencapai Rp7,39 triliun pekan lalu.
Pergerakan pasar saat ini dipengaruhi oleh beberapa sentimen utama. Pertama, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus Rp18.035 per dolar AS, seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) ke level 100. Pelaku pasar mengkhawatirkan dampak lanjutan dari pelemahan rupiah ini. Kedua, pelaku pasar menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia periode Mei 2026, yang jika kembali turun berpotensi menjadi sentimen negatif. Ketiga, kenaikan harga komoditas seperti batu bara dan nikel dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi saham-saham terkait.
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang pekan lalu ditutup menguat 6,38 persen ke posisi 500, dengan proyeksi dapat menyentuh level 585 pekan ini. Selain itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang pekan lalu menguat 1,37 persen ke posisi 7.400, diproyeksikan dapat mencapai level 8.250 pekan ini.