bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 18:49 WIB

BMKG: 18 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat di Tengah Musim Kemarau

Redaksi 21 Juni 2026 12 views
BMKG: 18 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat di Tengah Musim Kemarau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa terdapat 18 wilayah di Indonesia yang masih berpotensi mengalami hujan lebat, meskipun sebagian besar daerah telah memasuki musim kemarau pada periode 18-20 Juni. Mayoritas wilayah yang diprediksi diguyur hujan tersebut berada di Pulau Sumatra.

Menurut BMKG, kewaspadaan terhadap potensi hujan tetap diperlukan karena adanya dinamika atmosfer regional dan faktor lokal yang masih mendukung pembentukan awan hujan di beberapa daerah. BMKG juga memprediksi terbentuknya pola siklonik di Samudra Pasifik utara Papua Barat dan Samudra Hindia barat Sumatra dalam sepekan ke depan, yang dapat memicu terbentuknya pola perlambatan serta pertemuan angin.

Selain itu, kondisi atmosfer lokal di beberapa wilayah menunjukkan tingkat labilitas yang mendukung proses konveksi. Udara yang labil ini berpotensi memperkuat pertumbuhan awan konvektif, terutama di wilayah Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua. Kombinasi faktor-faktor tersebut, menurut BMKG, meningkatkan peluang hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari mendatang, meskipun secara umum sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau.

Ke-18 wilayah yang berpotensi hujan tersebut meliputi: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.