bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa beberapa wilayah di Indonesia masih memiliki potensi hujan pada Minggu, 5 Juli. Meskipun musim kemarau semakin meluas, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diperkirakan masih dapat terjadi.
Menurut BMKG, dinamika atmosfer skala regional dan lokal menjadi faktor pendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa lokasi. Dalam sepekan ke depan, fenomena Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat diprediksi aktif, turut berkontribusi pada potensi pembentukan awan hujan.
Selain itu, sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra Barat dan di Samudra Pasifik utara Papua, serta kondisi atmosfer lokal yang labil di beberapa wilayah, juga mempengaruhi peluang hujan di tengah musim kemarau. BMKG menyatakan bahwa kombinasi faktor-faktor ini memungkinkan terjadinya hujan di beberapa daerah meskipun secara umum telah memasuki periode kemarau.
Pada dasarian I Juli, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni kurang dari 50 mm per dasarian, menandakan meluasnya pengaruh musim kemarau. Wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan rendah meliputi sebagian besar Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, sebagian Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, serta wilayah Banten hingga Nusa Tenggara Timur.
Pola curah hujan rendah serupa juga diprediksi terjadi di sebagian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.