bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bola Final Piala Dunia 2026 Diduga Diproduksi di Indonesia, Ini Spesifikasinya

Redaksi 20 Juni 2026 14 views
Bola Final Piala Dunia 2026 Diduga Diproduksi di Indonesia, Ini Spesifikasinya
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, beredar kabar di media sosial mengenai bola yang akan digunakan dalam partai final Piala Dunia 2026 diproduksi di Indonesia. Unggahan tersebut memperlihatkan foto bola Adidas Trionda yang rencananya dipakai pada laga puncak turnamen sepak bola dunia itu, yang dijadwalkan digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada 19 Juli mendatang.

Menurut informasi yang beredar, bola final Piala Dunia 2026 ini memiliki desain dominan warna hitam dan emas, dipadukan dengan tulisan nama-nama kota penyelenggara Piala Dunia 2026. Corak ini berbeda dengan bola Adidas Trionda yang digunakan pada fase grup oleh 48 tim peserta, yang menampilkan perpaduan warna hijau, merah, dan biru.

CNNIndonesia.com telah berupaya mengkonfirmasi kabar ini kepada pihak Adidas Indonesia, namun hingga kini belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

Bola Adidas Trionda sendiri dibekali teknologi canggih untuk membantu wasit dalam pengambilan keputusan. Bola ini dilengkapi chip khusus dan teknologi sensor gelombang yang mampu mendeteksi kontak fisik sekecil apapun di lapangan. Sebuah sensor Inertial Measurement Unit (IMU) tertanam di salah satu dari empat panel bola, yang berfungsi mendeteksi akselerasi, putaran, rotasi, serta setiap peristiwa kontak pada bola dengan kecepatan hingga 500 pembacaan per detik.

Data yang dihasilkan dari chip sensor ini akan disinkronkan dengan teknologi Semi-Automated Offside Technology (SAOT) dan kecerdasan buatan, yang bertujuan untuk meningkatkan presisi wasit dalam menentukan titik benturan saat terjadi offside atau handball.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.