bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 16:58 WIB

Brasil Hadapi Tren Negatif 38 Tahun Melawan Norwegia di Piala Dunia 2026

Redaksi 05 Juli 2026 3 views
Brasil Hadapi Tren Negatif 38 Tahun Melawan Norwegia di Piala Dunia 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, tim nasional Brasil menghadapi tantangan unik jelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Norwegia, yaitu rekor tanpa kemenangan yang telah berlangsung selama 38 tahun.

Brasil, yang berambisi meraih gelar Piala Dunia keenamnya, akan berhadapan dengan tim yang belum pernah mereka taklukkan dalam sejarah pertemuan kedua negara. Meskipun Brasil telah mengoleksi lima trofi Piala Dunia, catatan empat pertandingan melawan Norwegia menunjukkan hasil yang belum memihak kepada Selecao.

Menurut data statistik dari 11v11, duel pertama antara Brasil dan Norwegia terjadi pada 28 Juli 1988 dalam sebuah pertandingan persahabatan yang berakhir imbang 1-1. Empat tahun kemudian, pada tahun 1997, Norwegia berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Brasil dalam laga uji coba internasional.

Puncak dari rekor buruk ini terjadi pada Piala Dunia 1998, di mana Brasil yang diunggulkan justru menelan kekalahan 1-2 dari Norwegia. Dalam pertandingan tersebut, Brasil sempat unggul lebih dulu melalui gol Bebeto di menit ke-78, namun dibalas oleh Tore Andre Flo pada menit ke-83 dan gol penalti Kjetil Rekdal di menit ke-89.

Meskipun mengalami kekalahan tersebut, Brasil tetap berhasil melaju hingga ke final Piala Dunia 1998 sebelum akhirnya kalah dari Prancis. Pertemuan terakhir kedua tim tercatat pada tahun 2006, di mana Brasil kembali gagal meraih kemenangan dan harus puas dengan hasil imbang 1-1 di Oslo.

Kini, sejarah akan kembali mempertemukan kedua tim di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan krusial ini dijadwalkan akan digelar di Stadion New Jersey pada Senin (6/7) dini hari WIB. Pertanyaan besar pun muncul, apakah Brasil mampu memutus tren negatif selama hampir empat dekade ini, ataukah Norwegia akan melanjutkan catatan positif mereka?


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.