bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 18:22 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Turun Menjadi 144,9 Miliar Dolar AS pada Mei 2026

Redaksi 08 Juni 2026 18 views
Cadangan Devisa Indonesia Turun Menjadi 144,9 Miliar Dolar AS pada Mei 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan pada Mei 2026, mencapai 144,9 miliar dolar AS. Angka ini lebih rendah 1,3 miliar dolar AS dibandingkan posisi akhir April 2026 yang tercatat sebesar 146,2 miliar dolar AS.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, penurunan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah penerbitan obligasi global oleh pemerintah, serta penerimaan pajak dan jasa. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya Bank Indonesia (BI) dalam menstabilkan nilai tukar rupiah. Kebijakan stabilisasi ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi, serta adanya permintaan valuta asing musiman dari dalam negeri.

Meskipun mengalami penurunan, BI menilai bahwa posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 masih berada dalam kategori kuat. Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan impor selama 5,6 bulan, atau 5,5 bulan jika ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini juga masih berada di atas standar kecukupan internasional yang ditetapkan sekitar tiga bulan impor.

BI meyakini bahwa cadangan devisa yang memadai ini mampu menopang ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ke depannya, bank sentral memproyeksikan ketahanan sektor eksternal akan tetap baik, didukung oleh aliran masuk modal asing. Hal ini sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang dianggap masih menarik.

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.