bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Elnusa Petrofin (EPN) telah mengambil langkah percepatan untuk memulihkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Fuel Terminal (FT) Reo, Nusa Tenggara Timur, menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut. Upaya percepatan ini dilakukan meskipun terdapat kendala akses akibat tanah longsor di beberapa ruas jalan.
Sebagai anak usaha PT Elnusa Tbk, EPN menempatkan prioritas pada keselamatan timnya sembari memastikan pasokan BBM Pertamina tetap tersalurkan kepada masyarakat yang terdampak. Perusahaan melakukan penyesuaian strategi operasional berdasarkan kondisi jalan dan perkembangan situasi di lapangan.
Untuk memperkuat kapasitas operasional, EPN telah mendatangkan Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan dari berbagai wilayah operasional di luar Nusa Tenggara Timur. Selain itu, armada tambahan juga telah disiapkan dari beberapa lokasi guna mendukung kelancaran distribusi BBM di Reo dan area sekitarnya.
Perusahaan juga tengah mengoordinasikan skema alih suplai untuk menjamin ketersediaan kebutuhan BBM selama masa pemulihan berlangsung. Pemantauan kondisi di lapangan secara berkala dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menyesuaikan strategi distribusi.
Menurut Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, keselamatan personel dan kelancaran distribusi energi merupakan fokus utama perusahaan dalam menghadapi situasi pascabencana. "Elnusa Petrofin mempercepat pemulihan distribusi BBM di wilayah Reo dan sekitarnya. Seluruh langkah kami laksanakan secara terukur dengan tetap menempatkan keamanan dan keselamatan personel sebagai prioritas utama. Kami juga terus menyesuaikan pola operasi dengan kondisi akses di lapangan agar kebutuhan energi masyarakat dapat kembali terpenuhi secara aman dan optimal," jelas Putiarsa.
Saat ini, jalur Ruteng-Reo sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, namun belum memungkinkan untuk dilewati mobil tangki. Jalur Trans Marapokot-Danga masih belum dapat dilalui, sementara jalur Trans Flores Ende-Bajawa telah kembali dibuka dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional.
Selain fokus pada pemulihan distribusi, EPN juga tengah mempersiapkan bantuan logistik untuk masyarakat yang menjadi korban bencana. Penyaluran bantuan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat dan kondisi akses menuju lokasi terdampak.
EPN menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi personel, kesiapan armada, serta akses distribusi. Koordinasi erat dengan Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pihak terkait lainnya terus dilakukan guna mendukung proses pemulihan operasional dan menjaga keberlangsungan distribusi energi di Nusa Tenggara Timur.