bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 12:28 WIB

Evaluasi Awal John Herdman Bersama Timnas Indonesia: Tantangan Turnamen ASEAN dan Ketergantungan Diaspora

Redaksi 10 Juni 2026 20 views
Evaluasi Awal John Herdman Bersama Timnas Indonesia: Tantangan Turnamen ASEAN dan Ketergantungan Diaspora
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, masa awal kepemimpinan John Herdman bersama Timnas Indonesia tampaknya telah memasuki fase evaluasi yang lebih mendalam setelah empat pertandingan uji coba yang menghasilkan tiga kemenangan dan satu kekalahan. Selama periode ini, timnas berhasil mencatat tiga clean sheet dan hanya kebobolan satu gol melalui tendangan penalti, menunjukkan performa yang menjanjikan dan menuai pujian publik di media sosial.

Namun, tantangan sesungguhnya bagi pelatih asal Inggris berusia 50 tahun ini akan segera terbentang dalam ajang Piala AFF 2026 yang dijadwalkan pada Juli-Agustus mendatang. Meskipun beberapa pihak memandang Piala AFF sebagai turnamen kelas dua, Indonesia belum pernah meraih gelar juara dalam sejarahnya, sehingga menjadi harapan baru bagi Herdman untuk mengukir sejarah tersebut.

Realitas kompetisi ini diperberat dengan potensi absennya sejumlah pemain diaspora yang berkarier di Eropa, seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Maarten Paes, dan Marselino Ferdinan. Ketiadaan kekuatan utama ini akan menjadi ujian berat bagi Herdman dalam menghadapi Piala AFF 2026, memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan timnas tanpa kehadiran pemain-pemain tersebut.

Setelah Piala AFF, agenda timnas berlanjut ke ASEAN FIFA Championship 2026 pada September-Oktober. Berbeda dengan Piala AFF, turnamen ini bertepatan dengan kalender internasional atau FIFA Matchday, yang memungkinkan kehadiran pemain diaspora. Kesempatan ini akan menjadi ajang berbeda dari sekadar laga uji coba.

Selanjutnya, periode kalender internasional pada November akan memberikan kesempatan untuk menggelar dua laga uji coba sebagai persiapan akhir sebelum Timnas Indonesia berlaga di Piala Asia 2027 pada Januari-Februari 2027. Laga-laga uji coba yang telah dilakoni pada Maret dan Juni 2026 dinilai belum bisa menjadi tolok ukur yang kuat, mengingat lawan yang dihadapi kemungkinan tidak menurunkan skuad terbaiknya dan atmosfer pertandingan yang berbeda.

Tim-tim kuat kawasan ASEAN seperti Thailand dan Vietnam, yang kini berada di 100 besar Ranking FIFA, diperkirakan akan menjadi ujian serius bagi Herdman. Pertanyaan krusialnya adalah, mampukah Herdman meracik timnas yang mematikan di kawasan ASEAN tanpa kehadiran para pemain diaspora? Ini bukan sekadar tentang memenangkan trofi, melainkan pembuktian kapasitas sebagai tim jawara di regional.

Persepsi umum yang menyatakan bahwa Timnas Indonesia hanya mampu bersaing di level regional, bukan dunia, mulai tergoyahkan dengan kehadiran John Herdman. Setelah sempat meredupnya harapan di era kepelatihan sebelumnya, kini muncul kembali optimisme untuk meraih gelar juara.

Di bawah asuhan Herdman, Timnas Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan bola, dengan rata-rata mencapai 70 persen melawan Saint Kitts and Nevis, 71 persen melawan Bulgaria, 57 persen melawan Oman, dan 60 persen melawan Mozambik. Peningkatan rasio umpan akurat, pola permainan yang taktis, serta daya juang pemain yang memikat menjadi sorotan. Pernyataan pelatih Oman, Tarik Sektioui, usai kekalahan timnya dari Indonesia, turut mengkonfirmasi perkembangan positif ini.

Sektioui mengakui bahwa Indonesia bermain sebagai tim yang sangat terorganisir dan seimbang di setiap lini. Ia menambahkan bahwa peringkat FIFA Indonesia saat ini tidak mencerminkan kualitas permainan yang sebenarnya, terutama dengan perkembangan pesat yang ditunjukkan dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan ini menegaskan bahwa Timnas Indonesia telah mengalami peningkatan kualitas yang tidak dapat disangkal.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.