bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pertandingan Piala Dunia 2026 di Mexico City akan menghadirkan tantangan unik karena lokasinya yang berada di ketinggian 2.240 meter di atas permukaan laut. Kondisi atmosfer di ibu kota Meksiko ini secara ilmiah memengaruhi jalannya pertandingan sepak bola, menyebabkan bola meluncur lebih cepat dan terbang lebih tinggi dari biasanya.
Menurut penjelasan BBC, fenomena bola melesat ekstrem di Mexico City bukanlah sekadar persepsi pemain, melainkan murni hukum fisika. Di dataran tinggi, tekanan atmosfer lebih rendah sehingga jumlah molekul udara berkurang. Penurunan kerapatan udara ini secara signifikan mengurangi hambatan aerodinamis pada bola. Akibatnya, bola yang ditendang atau dipukul akan mempertahankan kecepatannya lebih lama karena minimnya hambatan udara yang menahan momentumnya.
Fenomena serupa juga terjadi dalam olahraga bisbol, di mana bola dapat terbang lebih jauh dibandingkan di wilayah pesisir. Selain itu, udara yang tipis di Mexico City juga melemahkan Efek Magnus, gaya fisika yang menyebabkan bola berputar dan melengkung di udara. Hal ini membuat operan atau tendangan pemain menghasilkan lintasan yang lebih lurus, cepat, dan sulit ditebak oleh penjaga gawang.
Meskipun pergerakan bola yang lebih cepat menguntungkan tim penyerang, kondisi alam ini menjadi tantangan fisik bagi para atlet. Kadar oksigen yang rendah di dataran tinggi menguji stamina pemain, menyebabkan mereka lebih cepat lelah dan kehabisan napas. Keuntungan ini sering dimanfaatkan oleh Timnas Meksiko, di mana pemain lokal yang terbiasa dengan iklim setempat dapat bermain stabil sementara tim tamu sering kali kesulitan akibat kelelahan ekstrem di tengah pertandingan.