bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 08:05 WIB

FIFA Beri Penjelasan Nyeleneh Soal Kursi Kosong di Piala Dunia 2026

Redaksi 13 Juni 2026 12 views
FIFA Beri Penjelasan Nyeleneh Soal Kursi Kosong di Piala Dunia 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, FIFA memberikan tanggapan yang dianggap menggelikan terkait banyaknya kursi yang terlihat kosong pada pertandingan Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan dan Ceko di Stadion Akron, Jumat (12/6). Pertandingan tersebut merupakan salah satu laga pembuka turnamen setelah duel Meksiko melawan Afrika Selatan.

Meskipun FIFA mengumumkan bahwa jumlah penonton resmi yang hadir adalah 44.985, angka ini menimbulkan kontroversi karena terlihat sangat berbeda dengan kenyataan di lapangan yang menunjukkan banyak kursi kosong. Kapasitas Stadion Akron sendiri mencapai 45.664 penonton.

Banyaknya kursi kosong ini diduga disebabkan oleh tingginya harga tiket yang ditawarkan. Tiket untuk tribun bawah laga Korea Selatan vs Ceko dibanderol US$500 (sekitar Rp8,8 juta), tribun atas US$400 (sekitar Rp7,1 juta), dan tribun VIP mencapai Rp88,8 juta.

Menurut laporan Mirror, situasi ini menjadi momen yang kurang menyenangkan bagi FIFA, terutama mengingat klaim mereka sebelumnya mengenai tingginya penjualan tiket. Menanggapi sorotan terhadap kursi kosong tersebut, FIFA mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa angka kehadiran resmi mencerminkan jumlah tiket yang dipindai dan penonton yang masuk ke area stadion, bukan penilaian visual terhadap okupansi tempat duduk.

FIFA juga menambahkan bahwa beberapa penonton yang memiliki tiket memilih untuk berdiri di lorong stadion daripada duduk di kursi mereka selama pertandingan berlangsung. Organisasi sepak bola dunia ini menegaskan bahwa mereka bekerja sama dengan otoritas stadion dan tim penjualan tiket untuk memastikan semua data yang dipublikasikan berdasarkan verifikasi operasional.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.