bytedaily
Senin, 24 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Gerhana Bulan Sebagian 27-28 Agustus 2026, Indonesia Tak Bisa Menyaksikannya Langsung

Redaksi 24 Agustus 2026 2 views
Gerhana Bulan Sebagian 27-28 Agustus 2026, Indonesia Tak Bisa Menyaksikannya Langsung
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, langit akan dihiasi oleh fenomena gerhana Bulan sebagian pada tanggal 27 hingga 28 Agustus 2026. Meskipun beberapa negara dapat menyaksikan peristiwa ini secara langsung, wilayah lain yang tidak berada dalam cakupan penampakan langsung dapat mengamatinya melalui siaran daring.

Saat gerhana Bulan sebagian terjadi, sekitar 96 persen permukaan Bulan akan tertutup oleh bayangan Bumi, sehingga tampak berwarna merah tua yang menyerupai fenomena Blood Moon.

Menurut informasi dari Space, gerhana ini dapat disaksikan secara langsung tanpa memerlukan alat khusus di kawasan Amerika Utara, Amerika Selatan, serta sebagian wilayah Eropa dan Afrika. Wilayah-wilayah tersebut merupakan area yang berada di sisi malam Bumi ketika gerhana berlangsung.

Bagi pengamat di sekitar Los Angeles, California, dan Portland, gerhana akan terlihat beberapa jam setelah Matahari terbenam pada 27 Agustus. Sementara itu, di New York dan Jacksonville, puncak gerhana diperkirakan terjadi sekitar tengah malam waktu setempat.

Di sisi lain, wilayah Inggris Raya, Eropa, dan Afrika baru akan menyaksikan gerhana Bulan sebagian ini pada Jumat pagi, 28 Agustus, sebelum Matahari terbit.

Sayangnya, negara-negara seperti Australia, India, China, Jepang, dan Indonesia tidak akan dapat menyaksikan keindahan gerhana Bulan sebagian ini karena saat fenomena tersebut terjadi, wilayah-wilayah tersebut berada di sisi siang Bumi.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dilansir Detikcom, seluruh fase gerhana akan terjadi pada 28 Agustus menurut waktu Indonesia. Gerhana sebagian diperkirakan dimulai pukul 09.33 WIB, mencapai puncaknya pada pukul 11.14 WIB, dan berakhir pukul 12.51 WIB.

Namun, karena seluruh proses gerhana berlangsung pada siang hari, fenomena ini dipastikan tidak dapat diamati dari langit Indonesia.

Meskipun demikian, masyarakat tetap berkesempatan untuk menyaksikan gerhana Bulan sebagian ini secara global melalui siaran langsung di berbagai situs pengamatan luar angkasa, termasuk situs milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) serta timeanddate.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.