bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Google Peringati HUT RI ke-81 dengan Doodle Bertema Tenun Indonesia

Redaksi 17 Agustus 2026 3 views
Google Peringati HUT RI ke-81 dengan Doodle Bertema Tenun Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Google merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan menampilkan Google Doodle bertema tenun pada Senin (17/8). Berbeda dari biasanya yang mungkin menampilkan upacara atau perlombaan khas 17 Agustus, kali ini mesin pencari tersebut mengubah logonya menjadi representasi kain tenun berwarna merah, putih, dan keemasan.

Saat halaman utama Google dibuka, deretan huruf 'Google' terintegrasi dengan pola kain tenun yang seolah terbentang di atas alat tenun. Berbagai motif menghiasi permukaan kain, dengan kedua ujungnya masih terpasang pada bentangan kayu.

Pemilihan seni tenun sebagai tema Doodle ini bukan sekadar perubahan visual. Menurut informasi dari cnnindonesia.com, Google memilih tenun untuk menyoroti kekayaan budaya Indonesia bertepatan dengan momen peringatan kemerdekaan. Karya ini, yang diluncurkan pada 17 Agustus 2026, digarap oleh seniman Anindya Anugrah dan ditempatkan dalam kategori National Days/Independence Days di laman resmi Google Doodles.

Tenun dipilih karena merepresentasikan seni tekstil tradisional yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, warisan, dan identitas budaya Indonesia. Pendekatan ini memberikan nuansa berbeda pada perayaan kemerdekaan tahun ini, di mana Google lebih menyoroti warisan tekstil yang berkembang di berbagai daerah Indonesia, ketimbang aktivitas masyarakat atau simbol kenegaraan.

Secara visual, warna merah dan putih pada Doodle dengan mudah diasosiasikan dengan suasana kemerdekaan. Ragam motif yang ditampilkan menggambarkan kekayaan tradisi dan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Google tidak memfokuskan pada satu jenis tenun daerah tertentu, melainkan menyajikannya sebagai representasi luas kekayaan tekstil tradisional Indonesia.

Doodle ini, meskipun sederhana dalam bentuk, sarat makna tentang Indonesia, mencakup keberagaman motif, warna, tradisi, dan cerita yang terangkai. Pendekatan ini memungkinkan Doodle tidak hanya berbicara tentang perayaan 17 Agustus, tetapi juga tentang identitas Indonesia yang terbentuk dari berbagai tradisi yang hidup di masyarakat.

Proses pembuatan tenun, yang melibatkan perangkaian benang secara teratur untuk membentuk kain, secara visual dapat diartikan sebagai simbol keberagaman. Banyak unsur berbeda yang dirangkai menjadi satu kesatuan. Meskipun Google tidak secara eksplisit menyatakan makna filosofis ini sebagai makna resmi desain Doodle 2026, gambaran kain yang tersusun dari banyak benang dapat dibaca sebagai simbol keberagaman yang saling terhubung.

Google memang rutin mengganti tampilan logonya melalui Google Doodle untuk memperingati berbagai hari besar, tokoh, peristiwa, budaya, dan pencapaian global. Doodle pertama kali muncul pada tahun 1998 dan berkembang dari sekadar perubahan logo menjadi karya ilustrasi, animasi, hingga pengalaman interaktif.

Sebelumnya, Google juga telah mengangkat tema budaya lokal Indonesia dalam Google Doodle peringatan kemerdekaan. Pada peringatan kemerdekaan 2025, misalnya, Google menampilkan Pacu Jalur, tradisi balap perahu dari Riau, sebagai tema Doodle.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.