bytedaily - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat pagi, 18 April 2026, menunjukkan pergerakan positif, dibuka menguat 0,32 persen ke level 7.645,81, di tengah pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Penguatan ini terjadi bersamaan dengan pergerakan indeks LQ45 yang juga naik tipis 0,15 persen ke 758,48.
Analis memperkirakan IHSG memiliki potensi pelemahan terbatas dengan rentang support dan resistance di 7.500-7.850. Sementara itu, dari panggung internasional, Presiden AS Donald Trump mengklaim adanya kesepakatan dengan Iran terkait isu nuklir dan pembukaan Selat Hormuz, meskipun klaim ini disampaikan tanpa bukti konkret. Di Eropa, tekanan inflasi yang meningkat akibat konflik Timur Tengah memicu perubahan proyeksi suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB), yang kini berpotensi tidak jadi dipangkas dua kali di tahun 2026 dan bahkan bisa naik jika inflasi terus bergejolak.
Di sisi lain, Indonesia menerima kabar baik dari S&P Global yang mempertahankan peringkat kredit negara di level BBB (investment grade) dengan outlook stabil. Keputusan ini dinilai sebagai sentimen positif yang menjaga kepercayaan investor global, serta berpotensi menahan kenaikan yield obligasi pemerintah dan menjaga biaya pendanaan negara. Hal ini juga diperkirakan akan mendukung arus modal masuk ke pasar saham dan obligasi, terutama jika didukung oleh disiplin fiskal dan perbaikan ekonomi. Sektor perbankan dan properti diprediksi akan mendapat sentimen positif akibat ekspektasi stabilitas biaya dana, meskipun S&P juga mencatat rasio pembayaran bunga utang yang perlu diwaspadai dalam jangka menengah.