bytedaily
Jumat, 17 April 2026 - 21:29 WIB

TWS vs Earphone Kabel: Mana Pilihan Tepat untuk Kesehatan Telinga dan Lingkungan?

Redaksi 13 April 2026 14 views
TWS vs Earphone Kabel: Mana Pilihan Tepat untuk Kesehatan Telinga dan Lingkungan?
Ilustrasi: TWS vs Earphone Kabel: Mana Pilihan Tepat untuk Kesehatan Telinga dan Lingkungan?

bytedaily - Perdebatan mengenai keamanan telinga antara penggunaan True Wireless Stereo (TWS) dan earphone kabel terus mengemuka seiring menjamurnya perangkat audio nirkabel. Meskipun kepraktisan TWS menarik banyak pengguna, aspek kesehatan pendengaran dan dampak lingkungan menjadi pertimbangan krusial yang tak bisa diabaikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa faktor utama yang menentukan kerusakan pendengaran bukanlah jenis perangkat, melainkan tingkat volume dan durasi penggunaan. TWS, dengan desain yang menutup rapat saluran telinga, kerap dicurigai mendorong pengguna untuk menaikkan volume di lingkungan bising. Namun, teknologi peredam bising (noise reduction) pada TWS modern dapat membantu menjaga volume tetap pada batas aman. Kendati demikian, penggunaan volume di atas ambang batas yang direkomendasikan tetap berisiko menyebabkan gangguan pendengaran permanen. Di sisi lain, earphone kabel umumnya menawarkan stabilitas suara dan latensi rendah, yang berpotensi mengurangi kebutuhan pengguna untuk meningkatkan volume. Namun, risiko kerusakan pendengaran tetap ada jika volume tinggi digunakan dalam jangka waktu lama.

Selain aspek kesehatan pendengaran, earphone kabel menawarkan keunggulan signifikan dalam hal keberlanjutan lingkungan. Ketiadaan baterai internal pada earphone kabel berarti bebas dari limbah beracun yang dihasilkan dari produksi dan pembuangan baterai lithium-ion, yang berkontribusi pada emisi karbon dan penipisan sumber daya alam langka seperti lithium, nikel, dan kobalt. Desain earphone kabel yang lebih sederhana juga cenderung lebih tahan lama dan mudah diperbaiki, mengurangi potensi menjadi sampah elektronik. Secara higienis, earphone kabel juga dinilai lebih aman karena tidak menciptakan lingkungan lembap di dalam telinga yang dapat memicu iritasi atau infeksi bakteri.