bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indonesia kembali mencatatkan rekor buruk dalam Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah gagal meraih medali emas. Prestasi ini melampaui catatan negatif yang terakhir kali terjadi pada tahun 1991, yang berarti rekor 35 tahun tanpa emas terlampaui pada tahun ini.
Satu-satunya medali yang berhasil diraih oleh atlet Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026 adalah medali perunggu, yang dipersembahkan oleh pasangan ganda campuran Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah. Dengan hasil ini, Indonesia telah gagal meraih gelar juara dalam lima edisi Kejuaraan Dunia BWF berturut-turut.
Atlet bulu tangkis Indonesia terakhir yang berhasil meraih podium tertinggi di Kejuaraan Dunia BWF adalah pasangan ganda putra Muhammad Ahsan dan Hendra Setiawan pada edisi 2019. Setelah itu, pada kejuaraan tahun 2021, 2022, 2023, 2025, dan 2026, pencapaian terbaik Indonesia hanya mampu meraih medali perak. Medali perak terakhir diraih oleh pasangan Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva pada edisi 2023.
Rentetan lima edisi tanpa emas ini lebih buruk dibandingkan periode 1985-1991, di mana Indonesia hanya absen meraih medali emas dalam empat edisi berturut-turut. Perlu dicatat, pada edisi 1993, Indonesia bangkit dengan meraih tiga medali emas dan menjadi juara umum dengan total enam medali. Saat itu, Joko Suprianto menjuarai nomor tunggal putra, Susy Susanti menjadi yang terbaik di tunggal putri, dan Ricky Subagja/Rudy Gunawan meraih emas di ganda putra.
Melihat tren negatif yang berlanjut hingga lima edisi Kejuaraan Dunia BWF, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) diharapkan segera melakukan evaluasi dan pembenahan untuk mengembalikan kejayaan prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.