bytedaily
Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kajian Indef: Penyerapan Tenaga Kerja Melemah di Tengah Pertumbuhan Ekonomi

Redaksi 23 Oktober 2026 4 views
Kajian Indef: Penyerapan Tenaga Kerja Melemah di Tengah Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, kajian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat elastisitas penyerapan tenaga kerja turun sekitar 62 persen pada 2025. Penurunan ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi semakin sedikit diikuti pertambahan jumlah pekerja.

Dalam kajian berjudul Evaluasi Ekonomi 2 Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo yang diterbitkan pada Oktober 2026, Indef menyebut elastisitas kesempatan kerja turun dari 0,68 pada 2024 menjadi 0,26 pada 2025, atau berkurang 0,42 poin. Indikator tersebut menggambarkan hubungan pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan jumlah penduduk bekerja.

Indef menilai pemerintah mampu menjaga stabilitas pertumbuhan dan memperluas sejumlah program prioritas, tetapi percepatan transformasi ekonomi belum sebanding dengan sumber daya yang dikerahkan. Kajian itu juga menyoroti melemahnya kontribusi industri pengolahan, rendahnya efisiensi modal, tingginya konsentrasi ekonomi di Jawa, serta berkurangnya daya serap tenaga kerja.

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025, naik tipis dari 5,03 persen pada 2024. Pada semester I 2026, pertumbuhan tercatat 5,45 persen secara kumulatif. Namun, pertumbuhan tahunan melambat dari 5,61 persen pada kuartal I menjadi 5,29 persen pada kuartal II 2026.

Penambahan penduduk bekerja pada perbandingan Februari juga menyusut, dari 3,59 juta orang pada 2025 menjadi 1,90 juta orang pada 2026. Dari jumlah tambahan pekerja pada 2026 itu, sekitar 1,16 juta orang atau 61 persen bekerja di sektor informal.

Proporsi pekerja tidak penuh naik dari 31,9 persen menjadi 33,2 persen. Sementara itu, pengangguran usia muda berada di kisaran 16–17 persen dalam periode yang dikaji. Tingkat pengangguran terbuka tercatat turun menjadi 4,68 persen pada Februari 2026.

Meski demikian, Indef mengingatkan bahwa penurunan tingkat pengangguran terbuka belum otomatis menandakan kualitas pekerjaan membaik. Kecukupan jam kerja, pendapatan, perlindungan sosial, dan kesesuaian keterampilan juga perlu diperhitungkan dalam menilai kondisi pasar tenaga kerja.

Indef turut menyoroti kenaikan investasi nasional yang dinilai belum cukup efektif dalam meningkatkan kapasitas produksi dan menciptakan pekerjaan berkualitas.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.