bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Kebutuhan RAM Smartphone Berubah Akibat Perkembangan AI, 8GB Dianggap Kurang di Masa Depan

Redaksi 13 Agustus 2026 9 views
Kebutuhan RAM Smartphone Berubah Akibat Perkembangan AI, 8GB Dianggap Kurang di Masa Depan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kapasitas RAM 8GB yang selama ini dianggap memadai untuk penggunaan smartphone sehari-hari kini menghadapi tantangan baru seiring dengan pesatnya perkembangan fitur kecerdasan artifisial (AI). Perkembangan AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device) mulai mengubah kebutuhan memori pada ponsel.

Menurut Android Authority, meskipun RAM 8GB masih mampu menjalankan aplikasi dan beberapa game, kapasitas tersebut mulai tidak mencukupi bagi pengguna yang ingin memanfaatkan fitur AI terbaru yang diproses secara lokal. Pemrosesan AI di perangkat memerlukan model AI untuk dimuat ke dalam RAM agar dapat bekerja dengan cepat, memberikan keuntungan seperti responsivitas tinggi, privasi yang lebih baik, dan kemampuan beroperasi tanpa koneksi internet.

Namun, model AI ini membutuhkan ruang RAM yang signifikan, bahkan beberapa gigabyte, agar tetap aktif dan merespons permintaan pengguna. Sebagai contoh, model AI seperti Gemma 4 E2B membutuhkan 4,2GB, sementara E4B mencapai 5,9GB. Hal ini mendorong kebutuhan RAM menjadi 12GB atau lebih agar menyisakan ruang yang cukup untuk menjalankan aplikasi lain secara bersamaan.

Kebutuhan ini meningkat dibandingkan model AI sebelumnya yang memerlukan memori kurang dari 4GB. Gemini Intelligence bahkan menetapkan RAM 12GB sebagai syarat minimum untuk mengakses fitur-fitur canggihnya. Akibatnya, banyak ponsel kelas menengah dan bahkan perangkat kelas atas keluaran tahun sebelumnya dengan RAM 8GB atau lebih rendah tidak dapat menikmati fitur AI terbaru yang tersedia pada ponsel flagship.

Meskipun Google menyediakan Gemini Go untuk perangkat Android Go kelas bawah, fitur ini tetap membutuhkan RAM 2GB, sementara beberapa perangkat di segmen tersebut hanya memiliki total RAM 4GB.

Perubahan serupa juga terjadi pada ekosistem Apple. Awalnya, Apple Intelligence membutuhkan RAM 8GB, yang membuat iPhone 15 dasar dan beberapa model lama dengan RAM 6GB tidak mendapatkan fitur tersebut. Pada iOS 27, kebutuhan RAM untuk fitur AI on-device meningkat menjadi 12GB untuk mendukung fitur seperti Expressive Voices dan peningkatan dikte. Saat ini, hanya iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone Air yang dilaporkan mendukung fitur AI terbaru Apple.

Dengan demikian, RAM 12GB diperkirakan akan menjadi batas minimum baru bagi smartphone yang ingin menjalankan fitur-fitur AI terkini. Padahal, tanpa mempertimbangkan AI, kapasitas tersebut sebelumnya dianggap berlebihan untuk smartphone flagship. RAM 8GB secara teknis masih memadai untuk menjalankan beberapa game secara bersamaan tanpa harus menutup aplikasi. Namun, kebutuhan AI mengubah perhitungan ini, di mana fitur seperti Gemini Intelligence perlu terus aktif di RAM.

Akibatnya, ponsel dengan RAM 12GB mungkin hanya menyisakan sekitar 7GB memori yang tersedia untuk aplikasi dan game ketika model AI aktif. Meskipun RAM 8GB masih cukup untuk penggunaan aplikasi dan game tanpa fitur AI terbaru, membeli ponsel dengan kapasitas tersebut pada tahun 2026 berpotensi membuat pengguna tertinggal dalam mengakses fitur AI terbaru dan mendatang dari Android maupun iOS.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.