bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus bergerak dalam penanganan infrastruktur yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa timnya telah melakukan pemeriksaan lapangan di 34 titik longsoran dan sembilan jembatan atau duiker yang mengalami kerusakan.
Pendataan awal dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mencatat total 94 titik jalan dan jembatan rusak akibat gempa, meliputi 75 titik longsoran, tiga titik amblas, serta 16 jembatan dan duiker. Sejak hari pertama gempa, instruksi telah diberikan kepada seluruh jajaran di wilayah NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.
Untuk lokasi longsoran yang mengganggu badan jalan, tim telah melakukan pembersihan material dan pengamanan agar lalu lintas tetap dapat dilalui. Pada titik yang berpotensi longsor lanjutan atau mengalami kerusakan struktur, Kementerian PUPR tengah menyiapkan penanganan permanen. Contohnya di ruas Ruteng–Reo–Kedindi, material batuan yang menutup jalan telah dibersihkan dan penanganan lanjutan berupa pemasangan rock bolt, wire mesh, dan rockfall barrier sedang disiapkan untuk mengantisipasi longsor susulan. Setelah penanganan darurat, lalu lintas di lokasi tersebut tetap dapat berfungsi dua arah.
Penanganan serupa juga dilakukan di ruas Ruteng–Km 210 dan Km 210–Batas Kabupaten Manggarai. Selain pembersihan material longsoran dan batuan, dilakukan pemasangan rambu peringatan, penutupan retakan badan dan bahu jalan, pembersihan saluran, serta penguatan lereng menggunakan rock bolt dan jaring pengaman untuk penanganan permanen.
Di wilayah Ende, perbaikan difokuskan pada sejumlah titik di ruas Aegela–Batas Kota Ende, Batas Kota Ende–Detusoko, Junction–Wolowaru, serta Wolowaru–Lianunu. Pembersihan longsoran telah rampung, sementara bahu jalan yang terdampak diperkuat. Beberapa lokasi juga disiapkan untuk penanganan permanen seperti pembangunan dinding penahan tanah, shotcrete, jaring aktif, dan sistem drainase untuk mengendalikan aliran air dari lereng.
Secara keseluruhan, Kementerian PUPR memastikan bahwa 15 ruas jalan nasional yang terdampak gempa pada umumnya masih fungsional dan arus kendaraan, termasuk distribusi logistik dan bahan bakar minyak (BBM), berjalan lancar.