bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Sugiono, menyatakan komitmennya untuk menjaga martabat federasi tersebut sebagai bagian integral dari upaya pelestarian budaya Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Sugiono saat acara pelantikan dan pengukuhan pengurus PB IPSI periode 2026-2030 yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, pada Sabtu (5/9). Ia menekankan bahwa menjaga muruah PB IPSI merupakan upaya pemeliharaan budaya Indonesia yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sugiono, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI, menegaskan bahwa kepengurusannya akan melanjutkan estafet kepemimpinan yang sebelumnya dipegang oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, sebagai Ketua Umum PB IPSI dari tahun 2003 hingga 2026. Ia memastikan bahwa pencak silat akan terus eksis dan berkembang, sejalan dengan pemikiran dasar bahwa olahraga bela diri ini adalah bagian dari budaya bangsa yang harus dipelihara dan dikembangkan sebagai olahraga prestasi.
Lebih lanjut, Sugiono mengungkapkan harapannya agar pencak silat semakin dikenal di kancah internasional selama masa kepemimpinannya. Ia melihat pencak silat sebagai media untuk membangun jiwa demi kejayaan Indonesia, serta berharap agar olahraga asli Indonesia ini semakin mendunia dan memiliki kharisma di mata global.
PB IPSI secara resmi memulai babak baru kepengurusan setelah Sugiono terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI yang diselenggarakan di Jakarta pada April 2026. Sugiono menggantikan Prabowo Subianto yang telah memimpin PB IPSI selama 23 tahun, melanjutkan estafet dari ketua sebelumnya, Eddie Mardjoeki Nalapraya.