bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indonesia menambah satu medali perunggu setelah Luluk Diana Tri Wijaya berhasil mengamankan posisi ketiga pada angkat besi kelas 49 kg putri dengan total angkatan 191 kg pada Rabu (23/9) siang WIB.
Di kelas yang sama, medali emas diraih oleh Ri Song Gum dari Korea Utara dengan total 215 kg, sementara medali perak dipegang oleh Marabai dengan total 201 kg.
Dengan hasil tersebut, total medali Indonesia menjadi sepuluh: satu perak dan sembilan perunggu. Medali perak satu-satunya diperoleh oleh Sumaya dalam cabang teqball putri.
Meski jumlah medali terus bertambah, Indonesia belum mencatatkan medali emas, menjadikannya salah satu negara ASEAN yang masih belum memperoleh emas. Lima negara ASEAN lainnya sudah memiliki setidaknya satu medali emas.
Thailand memimpin perolehan emas di antara negara ASEAN dengan empat emas, satu perak, dan satu perunggu, menempati peringkat kelima dalam klasemen sementara. Empat negara ASEAN lainnya—Myanmar, Singapura, Malaysia, dan Vietnam—masing-masing mengoleksi satu medali emas.
Emas pertama Singapura diraih oleh Tiffany Teo pada cabang MMA tradisional putri 60 kg setelah mengalahkan Khilola Sobirova dari Uzbekistan pada Selasa (22/9). Malaysia memperoleh emas pertamanya lewat Adeola Fay Robert, atlet karate berusia 20 tahun, yang mengalahkan Fatemah Zahra Saeidabadi dari Iran pada final kumite putri di bawah 55 kg.
Vietnam mencatatkan emas pertama melalui tim kata putri karate yang terdiri atas Bui Ngoc Nhi, Hoang Thi Thu Uyen, dan Nguyen Ngoc Tram, yang berhasil mempertahankan gelar pada nomor tersebut.
Dengan kompetisi yang masih berlangsung hingga 4 Oktober, peluang Indonesia untuk menambah koleksi medali, termasuk emas, masih terbuka lebar.
Berikut peringkat klasemen medali sementara secara keseluruhan: 1. China (36 emas, 14 perak, 10 perunggu); 2. Jepang (11 emas, 17 perak, 21 perunggu); 3. Korea Selatan (7 emas, 5 perak, 18 perunggu); 4. Kazakhstan (7 emas, 4 perak, 5 perunggu); 5. Thailand (4 emas, 1 perak, 1 perunggu).