bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Tim nasional bola voli putra Indonesia berhasil mencetak sejarah dengan meraih gelar juara AVC Men's Cup 2026. Kemenangan ini diraih setelah mengalahkan Korea Selatan tiga set langsung (3-0) dalam pertandingan final yang digelar di India pada Minggu (28/6) malam.
Asisten pelatih timnas voli putra Indonesia, Nur Widayanto, membeberkan beberapa faktor kunci yang memungkinkan tim Merah Putih mengatasi keraguan publik dan meraih prestasi gemilang ini. Menurut Nur, pada set pertama, tim sempat menghadapi kesulitan akibat dominasi servis keras dari pemain Korea Selatan yang mengganggu alur serangan Indonesia.
"Pada set pertama kami sempat dikagetkan oleh servis pemain Korea yang menyulitkan. Akibatnya serangan kami tidak maksimal dan mudah dibendung blok mereka," ungkap Nur.
Namun, situasi berbalik sejak set kedua. Indonesia mulai mampu memberikan tekanan melalui servis-servis agresif, yang sebagian besar berasal dari Boy Arnez dan Farhan Halim. Hal ini membuka peluang bagi tim untuk mencetak poin, baik melalui blok maupun serangan balik cepat.
Nur juga menyoroti peran penting pelatih Reidel Toiran dalam membaca jalannya pertandingan dan melakukan pergantian pemain yang strategis. Pergantian pemain seperti memasukkan Rama Fazza menggantikan Fauzan Nibras terbukti efektif, di mana Rama mampu menyumbangkan banyak poin melalui serangan dan servisnya.
"Yang tidak kalah penting adalah strategi Coach Toiran yang brilian. Beliau memasukkan Rama Fazza menggantikan Nibras yang underperform hari ini. Alhamdulillah Rama mampu menghasilkan banyak poin melalui serangan maupun servis. Pergantian itu benar-benar sukses," jelas Nur.
Nur menambahkan bahwa pencapaian ini terasa seperti mimpi, terutama mengingat banyaknya pihak yang meragukan kemampuan tim. "Alhamdulillah, serasa mimpi. Banyak orang yang meragukan tim ini, tetapi teman-teman menjawabnya dengan prestasi yang luar biasa, bahkan melampaui target federasi," pungkasnya.
Dalam pertandingan final, Indonesia yang diperkuat oleh Alfin Daniel, Boy Arnez Arabi, Hendra Kurniawan, dan Farhan Halim sejak awal, berhasil menunjukkan performa terbaik melawan Korea Selatan, tim yang sebelumnya mengalahkan mereka di fase grup. Indonesia memenangi set pertama dengan skor ketat 34-32, sebelum mengamankan dua set berikutnya dengan skor 25-16 dan 25-23.