bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 06:42 WIB

Mandiri Jogja Marathon 2026 Perkuat Posisi DIY sebagai Destinasi Sport Tourism Unggulan

Redaksi 21 Juni 2026 11 views
Mandiri Jogja Marathon 2026 Perkuat Posisi DIY sebagai Destinasi Sport Tourism Unggulan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono, turut serta dalam pelepasan peserta Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DIY. Kehadiran beliau menandakan dukungan kuat Pemerintah Daerah DIY terhadap pengembangan olahraga sebagai strategi pembangunan daerah.

MJM tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana promosi budaya, penguatan sektor pariwisata, dan penciptaan nilai ekonomi bagi masyarakat DIY. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menyatakan bahwa acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelari sekaligus manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui program sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menambahkan bahwa MJM telah berkembang menjadi etalase promosi daerah yang efektif. Ribuan peserta beserta pendampingnya mendorong peningkatan okupansi hotel, kunjungan destinasi wisata, aktivitas kuliner, dan transaksi UMKM lokal. Hal ini mengukuhkan DIY sebagai destinasi sport tourism unggulan yang meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, dan mendorong perputaran ekonomi daerah.

Dampak ekonomi MJM juga terkonfirmasi oleh riset Mandiri Institute, yang menunjukkan penyelenggaraan MJM 2025 mendorong pertumbuhan belanja masyarakat hingga 11,6 persen. Diprediksi, peningkatan jumlah peserta tahun ini akan menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar.

Lebih lanjut, MJM 2026 mengusung misi pelestarian budaya. Race Director MJM 2026 dari iSport, Pandu Bagus Buntaran, menjelaskan bahwa desain lintasan sengaja dibuat untuk menyajikan narasi budaya Yogyakarta. Medali finisher bahkan menampilkan ikon Panggung Krapyak, bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang merupakan warisan dunia UNESCO.

Dengan tema "More Than a Race", MJM 2026 memadukan kompetisi lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dan dampak sosial ekonomi. Ajang ini diikuti oleh 10.200 pelari dari 17 negara, menjadikannya peserta terbesar sejak 2017. MJM 2026 menyajikan empat kategori dengan lintasan yang mencakup lanskap budaya khas Yogyakarta, seperti Candi Plaosan, Monumen Taruna, dan desa tradisional bersertifikasi AIMS. Tema tersebut dijabarkan dalam empat aspek: pengalaman lari ikonik, perayaan budaya, perjalanan wisata, dan dampak sosial ekonomi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.