bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 15:21 WIB

Metode Latihan Intensif Korea Selatan untuk Piala Dunia 2026 Jadi Perbincangan

Redaksi 18 Juni 2026 6 views
Metode Latihan Intensif Korea Selatan untuk Piala Dunia 2026 Jadi Perbincangan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Korea Selatan memulai langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil positif setelah mengalahkan Ceko 2-1 di pertandingan pembuka. Kemenangan ini membuka peluang besar bagi timnas Negeri Ginseng untuk melaju ke babak gugur.

Bersamaan dengan kemenangan tersebut, metode latihan yang dijalani para pemain Korea Selatan sebelum turnamen menjadi sorotan dan viral di berbagai platform media sosial. Video yang beredar menunjukkan intensitas latihan fisik yang luar biasa di dalam gym, meliputi angkat beban, latihan kecepatan, dorongan, lari, lompatan, dan tarikan.

Program latihan ini tampaknya dirancang untuk meningkatkan daya tahan fisik pemain agar mampu bersaing dengan tim lain, terutama yang memiliki postur tubuh lebih besar. Para pemain terlihat fokus pada penguatan fisik demi mengimbangi kekuatan lawan dari benua lain.

Keunikan dan kerasnya latihan tersebut memicu beragam komentar dari warganet. Beberapa komentar menyiratkan keheranan, seperti pertanyaan apakah itu latihan sepak bola atau rugby, sementara yang lain menyarankan agar para pemain tetap tenang meskipun latihan sangat berat.

Selanjutnya, Korea Selatan dijadwalkan akan berhadapan dengan Meksiko dalam pertandingan kedua Piala Dunia 2026. Kemenangan atas Meksiko akan memastikan kelolosan mereka ke fase gugur, namun pertandingan diprediksi akan berlangsung sengit mengingat performa impresif Meksiko yang juga meraih kemenangan di laga perdana.

Perlu dicatat, pencapaian terbaik Korea Selatan di Piala Dunia adalah mencapai babak semifinal saat mereka menjadi tuan rumah pada edisi 2022.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.