bytedaily - Menurut laporan dari cnnindonesia.com, Jose Mourinho tidak menunjukkan emosi berlebih menjelang laga Real Madrid melawan Inter Milan di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu (9/9) dini hari.
Mourinho, yang kini melatih Real Madrid dan pernah membawa Inter menjuarai Liga Champions 2009/2010 di Bernabeu, menyatakan pertemuan dengan mantan klubnya merupakan pertandingan biasa tanpa menimbulkan perasaan sentimental.
"Ini hanyalah pertandingan rutin, meskipun setelahnya mungkin tidak akan ada lagi. Di Inter, mereka menganggap saya sebagai teman, namun pada saat bertanding saya tidak mengharapkan perlakuan itu saat saya menjadi pelatih Real Madrid," ujar Mourinho dalam keterangan yang dipublikasikan di situs resmi Real Madrid.
Dia menambahkan bahwa bermain melawan Inter akan menyenangkan, meskipun sedikit pemain dari era kepemimpinannya masih berada di tim tersebut. "Saya ingin menang dan tidak ada waktu untuk mengingat masa lalu yang indah," kata sang pelatih.
Mengenai pertemuan dengan mantan pemain Inter, Christian Chivu, Mourinho menegaskan tidak akan ada nostalgia berlebihan. "Chivu adalah mantan pemain saya dan Inter selalu menjadi bagian penting dalam hidup saya. Saya menghormatinya dan senang melihatnya baik-baik saja," ujarnya. "Akan menyenangkan menyapanya sebelum dan sesudah pertandingan, namun tidak akan terjadi selama pertandingan. Saya akan mengingat fakta bahwa kami memiliki sejarah bersama," tambahnya.
Pelatih berpengalaman itu menekankan satu tujuan utama pada laga pembuka Liga Champions melawan Inter. "Saya ingin menang. Saya bisa berkata ingin bermain baik, tetapi tidak ingin bermain baik seperti melawan Betis lalu kalah. Saya ingin menang," tegas Mourinho.
Dia menutup dengan menyatakan keyakinan Real Madrid akan lolos dari fase grup yang terdiri dari delapan pertandingan. "Kami berada di fase yang akan menampilkan delapan pertandingan, tujuan kami lolos, dan saya yakin kami dapat melakukannya," tutupnya.