bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kiper Persija Jakarta, Nadeo Argawinata, mengaku sedih setelah muncul sejumlah insiden kerusuhan yang melibatkan suporter sepak bola.
Sorotan terhadap suporter mencuat setelah bus EPA Persib U-18 diserang dan terjadi kericuhan saat laga Persita melawan Persija di Banten International Stadium, Sabtu (17/10). Keributan pada pekan kelima Super League itu disebut bermula dari perselisihan di tribun. Situasi tersebut membuat skuad Persija terpukul, sementara ancaman pengurangan poin bagi tim ikut menjadi perhatian.
Nadeo mengatakan pemain dan staf pelatih tidak mengetahui secara langsung kronologi kericuhan. Ia baru mendapat informasi mengenai kejadian itu dari pemberitaan dan media sosial. Nadeo menyampaikan bahwa dirinya dan rekan-rekannya tidak menyangka insiden tersebut terjadi, serta menyerahkan penanganannya kepada pihak yang berwenang.
Mantan kiper Borneo FC itu mengajak skuad Persija untuk tetap berkonsentrasi pada pertandingan. Menurutnya, urusan penyelidikan dan penanganan kasus sudah menjadi tanggung jawab pihak terkait.
Persija dijadwalkan menghadapi Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (21/10). Laga pekan keenam Super League itu menjadi fokus tim setelah kalah 2-3 dari Persita.