bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Andrew Giuliani, yang dikenal dekat dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyatakan dukungannya terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Dukungan ini datang di tengah kontroversi terkait rencana penjualan saham Piala Dunia yang membuat Infantino menghadapi tekanan dan kehilangan dukungan dari beberapa asosiasi sepak bola.
Akibat kontroversi tersebut, Gianni Infantino menghadapi desakan mundur dari sejumlah asosiasi dan konfederasi sepak bola, termasuk UEFA, AFC, dan Concacaf. Namun, beberapa pihak lain seperti CAF, Conmebol, serta asosiasi Argentina dan Meksiko dilaporkan masih memberikan dukungan.
Giuliani, yang juga menjabat sebagai direktur eksekutif Satuan Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, berpendapat bahwa masalah yang dihadapi Infantino saat ini bersifat politis. Ia membandingkan situasi tersebut dengan apa yang pernah dialami Donald Trump, di mana target politik menjadi motif utama.
Lebih lanjut, Giuliani menilai bahwa isu kontroversi penjualan saham Piala Dunia terus bergulir karena adanya rasa iri terhadap Infantino. Menurutnya, keberhasilan Infantino dalam mengangkat FIFA ke tingkat yang lebih tinggi, yang sebelumnya dianggap sulit dicapai, menimbulkan kecemburuan dari pihak lain.
Sebelumnya, Donald Trump juga telah memberikan pembelaan kepada Gianni Infantino. Trump menyatakan melalui unggahan di Truth Social bahwa FIFA akan melakukan kesalahan besar jika mempertimbangkan untuk mengganti Infantino sebagai presiden.