bytedaily - Melansir laporan dari rctiplus.com, merek otomotif asal Jerman seperti Mercedes-Benz, BMW, dan Volkswagen kini menghadapi penurunan penjualan yang signifikan di pasar China. Situasi ini berdampak pada laba serta strategi masa depan ketiga produsen tersebut.
Menurut data yang dikutip dari Automotive News, ketiga pabrikan Jerman tersebut mengalami penurunan penjualan lebih dari 30 persen pada kuartal kedua tahun ini. Penurunan ini terjadi seiring dengan pertumbuhan pesat pabrikan China, termasuk BYD, Xiaomi, Geely, Li Auto, Aito, dan Xpeng. Produsen China berhasil mendominasi pasar berkat penawaran kendaraan listrik yang inovatif, siklus pembaruan model yang cepat, serta harga yang lebih kompetitif.
Sebagai contoh, model listrik Mercedes-Benz CLA yang baru saja diluncurkan hanya terjual 1.153 unit pada paruh pertama tahun ini. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan sedan listrik Xiaomi SU7 yang mampu mengirimkan lebih dari 80.000 unit pada kisaran harga yang sama. BMW bahkan terpaksa memangkas perkiraan margin laba tahunannya menjadi hanya satu persen, dengan alasan utama lesunya penjualan di China. Model BMW iX3 juga menghadapi persaingan ketat dari Tesla Model Y versi China dan berbagai SUV listrik dari produsen lokal.
Volkswagen, melalui pengakuan CEO-nya Oliver Blume, menyadari perlunya perubahan model bisnis untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang cepat. Pabrikan ini kini meningkatkan kerja sama dengan Xpeng dan SAIC untuk mempercepat pengembangan model yang dirancang khusus untuk pasar China.
Perubahan preferensi konsumen China juga menjadi faktor krusial. Jika sebelumnya pembeli mengutamakan reputasi, prestise, dan kualitas berkendara merek Jerman, kini prioritas bergeser ke pengalaman digital. Fitur-fitur seperti kecerdasan buatan (AI), sistem infotainment canggih, kontrol suara, pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA), integrasi smartphone, dan fitur mengemudi cerdas menjadi lebih penting. Dalam hal ini, produsen lokal memiliki keunggulan karena mampu mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen China.