bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk periode 2026-2030 telah resmi dilantik dan dikukuhkan pada Sabtu (5/9) di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir, Ketua Umum KONI Marciano Norman, dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI 2026-2030.
Ketua Umum KONI, Marciano Norman, secara resmi melantik dan mengukuhkan para pengurus baru PB IPSI periode 2026-2030.
Pembukaan lembaran baru bagi PB IPSI ini terjadi setelah Sugiono terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI yang digelar di Jakarta pada April 2026. Sugiono menggantikan Prabowo Subianto, yang telah memimpin PB IPSI selama 23 tahun, dari tahun 2003 hingga 2026. Sebelumnya, Prabowo Subianto meneruskan estafet kepemimpinan dari Eddie Mardjoeki Nalapraya.
Dalam sambutannya, Sugiono menekankan besarnya tanggung jawab dalam memimpin PB IPSI, terutama dalam misi membawa budaya nusantara melalui bela diri asli Indonesia. Ia menyatakan bahwa kepengurusan ini melanjutkan estafet yang telah dipegang dan dibina oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan pemikiran dasar bahwa pencak silat merupakan bagian dari budaya bangsa yang harus dipelihara dan dikembangkan sebagai olahraga prestasi. Sugiono menambahkan bahwa menjaga marwah PB IPSI sama dengan memelihara budaya Indonesia, dan tanggung jawab ini berat karena adanya mimpi besar dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sementara itu, Menpora RI Erick Thohir mendorong PB IPSI untuk lebih menggiatkan pencak silat di tingkat sekolah, khususnya pada jenjang dasar. Erick Thohir berpendapat bahwa geliat di akar rumput akan menjadi fondasi pengembangan olahraga pencak silat. Ia mengusulkan agar setiap Sekolah Dasar (SD) atau Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki satu pelatih pencak silat, yang menurutnya akan menjadi gerakan nasional sebelum melangkah ke kancah internasional. Erick Thohir juga menyoroti pentingnya pencak silat menjadi platform global, menyamakannya dengan Taekwondo dari Korea, Karate dan Judo dari Jepang.