bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 02:13 WIB

Pelatih Inggris Akui Tantangan Ketinggian dan Atmosfer Meksiko di Piala Dunia 2026

Redaksi 02 Juli 2026 2 views
Pelatih Inggris Akui Tantangan Ketinggian dan Atmosfer Meksiko di Piala Dunia 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan bahwa adaptasi terhadap ketinggian Mexico City merupakan tantangan yang hampir mustahil bagi timnya menjelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Meksiko. Pernyataan ini disampaikan Tuchel setelah Inggris berhasil mengalahkan DR Kongo 2-1 dalam laga babak 32 besar.

Dalam pertandingan tersebut, Inggris sempat tertinggal lebih dulu akibat gol cepat pemain DR Kongo, Brian Cipenga, pada menit ketujuh. Namun, Harry Kane menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol di 15 menit terakhir pertandingan, yang juga mengukuhkannya sebagai pencetak gol terbanyak kelima di Piala Dunia 2026 dan total 13 gol sepanjang kariernya di turnamen tersebut, melampaui rekor Pelé.

Meksiko diuntungkan karena telah memainkan sebagian besar pertandingannya di Stadion Azteca yang berlokasi di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut. Sementara itu, Inggris yang memilih bermarkas di Kansas City harus melakukan perjalanan ke berbagai lokasi pertandingan. Jadwal yang ketat membuat Inggris baru akan tiba di Mexico City pada Jumat (3/7) sore, waktu yang dinilai Tuchel tidak cukup untuk penyesuaian fisik terhadap kondisi oksigen yang menipis.

"Ketinggian tentu saja akan menjadi kerugian besar bagi kami, karena secara fisik kami tidak bisa beradaptasi hanya dalam waktu empat hari. Itu hal yang mustahil," ujar Tuchel, seperti dikutip dari ESPN. Ia menambahkan, "Kami akan bermain melawan Meksiko di Stadion Azteca, dan akan ada banyak sekali rintangan yang menunggu kami di sana. Namun, kami siap untuk itu. Kami sekarang memiliki modal mental yang kuat untuk percaya bahwa ketika situasi menjadi sulit, kami akan mampu menemukan jawabannya."

Selain faktor alam, Tuchel juga mewaspadai potensi gangguan dari suporter tuan rumah yang fanatik. Ia menyinggung insiden yang dialami timnas Ekuador yang mengajukan komplain resmi ke FIFA terkait gangguan pesta kembang api di hotel mereka sebelum kalah dari Meksiko. Tuchel siap menghadapi kemungkinan serupa.

"Saya tidak yakin apakah perjalanan kami akan mulus, apakah tidur kami akan nyenyak, atau apakah akan ada kebisingan di luar hotel nanti. Tapi saya katakan: OK, bawa saja semua teror itu. Ini adalah pertandingan yang sangat indah dan menarik. Akan ada banyak rintangan, tetapi tim ini akan siap melakukan apa pun yang diperlukan," tegas Tuchel.

Meskipun demikian, Tuchel menyebut bahwa tim Inggris setidaknya sudah terbiasa dengan iklim panas Amerika Utara berkat pemusatan latihan di Florida, Amerika Serikat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.