bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 02:24 WIB

Pelatih Jepang Akui Kekecewaan Gagal Raih Poin Penuh Melawan Belanda

Redaksi 15 Juni 2026 22 views
Pelatih Jepang Akui Kekecewaan Gagal Raih Poin Penuh Melawan Belanda
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, menyatakan kekecewaannya atas hasil imbang 2-2 melawan Belanda dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Senin (15/6) dini hari WIB. Moriyasu merasa timnya seharusnya mampu meraih kemenangan dan mengamankan tiga poin dari laga tersebut.

Meskipun demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan keras para pemainnya di Stadion Dallas. "Sangat mengecewakan bahwa kami tidak bisa menang, tetapi bahkan ketika kami tertinggal dua kali, para pemain tidak menyerah dan benar-benar berjuang sebagai tim yang bersatu, tangguh dan gigih, hingga akhir," ujar Moriyasu seperti dikutip dari Soccer Digest. Ia menambahkan, "Meskipun mengecewakan bahwa kami hanya berhasil mendapatkan satu poin, saya pikir kami mampu berbagi semangat juang yang sama sebagai sebuah tim."

Dalam pertandingan tersebut, Jepang sempat tertinggal dua gol dari Virgil Van Dijk dan Crysencio Summerville, namun berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Keito Nakamura dan Daitchi Kamada. Moriyasu menilai timnya menunjukkan soliditas dalam bertahan dan agresivitas dalam menyerang.

Menghadapi dua laga Grup F berikutnya melawan Tunisia (21/6) dan Swedia (26/6), Moriyasu menegaskan target untuk meraih tiga poin demi memperbesar peluang lolos ke fase gugur. "Kami bertahan dengan gigih dan sabar. Dalam serangan, kami meningkatkan jumlah serangan agresif, dan saya pikir para pemain mengeksekusi apa yang kami tuju dan apa yang telah kami persiapkan dengan baik," jelasnya. Ia menambahkan, "Kami akan mempersiapkan diri sebagai tim yang bersatu sehingga kami dapat meraih tiga poin."


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.