bytedaily
Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:21 WIB

Pelatih Persib Igor Tolic Bela Kakang Rudianto dari Bullying Bobotoh

Redaksi 05 September 2026 3 views
Pelatih Persib Igor Tolic Bela Kakang Rudianto dari Bullying Bobotoh
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberikan pembelaan terhadap pemainnya, Kakang Rudianto, yang menjadi sasaran perundungan oleh sebagian pendukung tim berjuluk Bobotoh. Kritik terhadap Kakang muncul menyusul sejumlah kesalahan yang dinilai dilakukan pemain tersebut dalam beberapa pertandingan, bahkan muncul pertanyaan mengenai kelayakannya untuk terus bermain.

Igor Tolic menyatakan bahwa Kakang Rudianto telah cukup lama menjadi pemain utama Persib dan telah mengumpulkan banyak menit bermain dalam tiga tahun terakhir. Ia menekankan bahwa Kakang selalu siap untuk bertanding dan mengakui bahwa setiap pemain bisa membuat kesalahan. "Siapa yang tidak pernah membuat kesalahan?" ujar Igor, membandingkan dengan situasi di kalangan jurnalis yang juga bisa melakukan kesalahan dalam pekerjaannya.

Pelatih asal Kroasia itu juga menjelaskan keputusannya untuk tetap memberikan kepercayaan kepada Kakang, berbeda dengan Dion Markx yang akhirnya dipinjamkan ke Persita Tangerang. Menurut Igor, Dion membutuhkan kesempatan bermain karena selama setahun lebih banyak duduk di bangku cadangan. Sementara itu, bagi Kakang yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 100 pertandingan, duduk di bangku cadangan bukanlah masalah besar.

Igor Tolic menegaskan bahwa timnya tidak mengeluh dan selalu siap menghadapi setiap pertandingan, baik di kandang maupun tandang, serta siap menghadapi lawan berikutnya seperti Persija dan pertandingan di Korea. Ia juga meminta Bobotoh untuk terus mendukung para pemain.

Lebih lanjut, Igor menyatakan bahwa kesalahan yang dilakukan pemain adalah tanggung jawab pelatih. Ia menyoroti bahwa dalam 15 tahun terakhir, yang paling sering berganti di klub adalah pelatih, sementara manajemen, kitman, dan pemain cenderung bertahan. "Mengambil keputusan, mengambil tanggung jawab. Keputusan bagus, bertahan. Keputusan tidak bagus, setelah beberapa saat, terima kasih banyak. Ini adalah pekerjaannya. Ini adalah kehidupan seorang pelatih," pungkasnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.