bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, penunjukan Zinedine Zidane sebagai pelatih baru timnas Prancis dilaporkan menimbulkan kehebohan terkait keyakinan agamanya. Zidane, yang sebelumnya pernah membela timnas Prancis, kini mengambil alih posisi pelatih menggantikan Didier Deschamps.
Munculnya perdebatan mengenai agama Zidane yang berprofesi sebagai seorang Muslim menjadi sorotan beberapa pihak. Kelompok yang memiliki pandangan Islamofobia dikabarkan mempertanyakan keputusan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) terkait penunjukan Zidane.
Menanggapi isu tersebut, seorang politikus Prancis dari partai sayap kiri La France Insoumise, Abdelkader Lahmar, yang juga merupakan anggota Majelis Nasional Prancis, menyatakan bahwa persoalan agama Zidane tidak sepantasnya diperdebatkan. Ia membandingkan situasi ini dengan penunjukan pelatih-pelatih sebelumnya yang tidak pernah ditanyai mengenai agama mereka, seperti Didier Deschamps, Laurent Blanc, Raymond Domenech, Jacques Santini, Roger Lemerre, atau Aime Jacquet.
Zinedine Zidane secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih timnas Prancis pada tanggal 28 Juli 2026, dengan kontrak yang akan berlaku efektif mulai 1 September 2026, termasuk untuk para stafnya. Sebelumnya, Zidane sendiri telah mengungkapkan bahwa ia menolak beberapa tawaran melatih dari klub lain karena ambisinya untuk memimpin timnas Prancis, terutama setelah Didier Deschamps mengumumkan rencana untuk meninggalkan posisinya tahun lalu.
Agenda terdekat timnas Prancis adalah mengikuti ajang UEFA Nations League pada jeda internasional akhir September hingga awal Oktober mendatang. Dalam fase grup, Prancis dijadwalkan akan bertanding melawan Italia, Belgia, dan Turki.