bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Persebaya Surabaya terpaksa mengubah rute kepulangan mereka dari Lampung menuju Surabaya dengan menggunakan kombinasi perjalanan darat dan laut. Keputusan ini diambil sebagai imbas dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan penutupan sejumlah bandara.
Sebelumnya, tim berjuluk Bajol Ijo ini melakoni laga tandang melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Sabtu (5/9), yang berakhir dengan skor imbang 1-1. Perjalanan udara tidak memungkinkan bagi Persebaya karena Bandara Radin Inten II di Lampung dan Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta ditutup akibat dampak erupsi.
Tim Persebaya memulai perjalanan mereka pada pukul 07.00 WIB dari Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni. Dari sana, mereka melanjutkan penyeberangan menggunakan kapal menuju Pelabuhan Merak. Setibanya di Merak, rombongan langsung melanjutkan perjalanan darat menuju Surabaya.
Gelandang Persebaya, Francisco Rivera, menyatakan bahwa pengalaman menempuh perjalanan panjang lintas darat dan laut menuju Surabaya ini merupakan hal baru baginya. Ia menambahkan bahwa situasi ini membuatnya dapat memahami pengalaman para suporter yang kerap melakukan perjalanan serupa untuk memberikan dukungan.
Rivera juga mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama baginya melakukan perjalanan menggunakan kapal laut selama berada di Indonesia. Ia berharap perjalanan panjang tersebut dapat berjalan lancar hingga tim tiba di Surabaya, dan meskipun melelahkan, situasi ini dicoba dinikmati.