bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 19:34 WIB

Pertamina Rayakan Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan Penanaman Pohon dan Penguatan Inovasi Pengelolaan Sampah

Redaksi 08 Juni 2026 9 views
Pertamina Rayakan Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan Penanaman Pohon dan Penguatan Inovasi Pengelolaan Sampah
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Pertamina (Persero) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan meluncurkan serangkaian program lingkungan yang diawali dengan penanaman seribu bibit pohon. Selain itu, Pertamina juga memperkuat inovasi pengelolaan sampah yang berpusat pada masyarakat di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Guwosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan awal ini turut melibatkan penanaman pohon serentak di berbagai lingkungan Pertamina Group, termasuk di sekitar area operasi Kilang Plaju dan unit operasi lainnya.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup, 'Saatnya Bekerja untuk Iklim'. Hal ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pertamina dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan mengatasi isu pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan utama di Indonesia.

Arya menjelaskan bahwa TPS3R Guwosari dipilih sebagai lokasi awal karena merupakan binaan Fuel Terminal Rewulu, wilayah operasi Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah. Lokasi ini menjadi contoh kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan akademisi dalam menghadirkan solusi inovatif untuk persoalan sampah.

"Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum bagi Pertamina untuk terus memperkuat aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Kami memilih TPS3R Guwosari sebagai titik awal karena tempat ini menunjukkan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan secara nyata memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat," ujar Arya.

Dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini, Pertamina juga memberikan bantuan senilai Rp150 juta untuk Program Go-Sari Edupark. Bantuan tersebut dialokasikan untuk pengembangan aplikasi pengumpulan sampah Go-Sari, inovasi biochar, budidaya ayam petelur, serta program Rewulu Reborn yang mengolah limbah segel mobil tangki menjadi produk bernilai ekonomi.

Lurah Guwosari, Masduki, melaporkan bahwa inisiatif pengelolaan sampah terpadu di wilayahnya telah membantu 1.500 Kepala Keluarga (KK) dalam mengatasi permasalahan sampah. Program ini juga memberikan penghasilan bagi lebih dari 27 warga, termasuk lansia, melalui berbagai bidang pekerjaan seperti pengambilan sampah, pemilahan, pengepresan, pembuatan kompos, dan pemeliharaan ayam.

Masduki menambahkan, "Kami mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah, dimana semakin terpilah dengan baik, maka biaya pengolahan sampahnya akan semakin kecil atau bahkan tidak dipungut biaya, dan dari kegiatan ini pekerja pendukung bisa mendapatkan gaji sekitar 2 sampai 3 juta rupiah."

Berbagai inovasi yang dikembangkan di TPS3R Guwosari mencakup pengolahan sampah organik menjadi biochar yang digunakan sebagai material filter knalpot mobil tangki, pemanfaatan sampah plastik menjadi palet dan furnitur, serta pengolahan limbah segel mobil tangki menjadi produk kerajinan.

Diharapkan, inovasi-inovasi ini dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pertamina akan berlanjut pada 10 Juni 2026 dengan program pengelolaan sampah pesisir menggunakan kapal pembersih sampah (trash skimmer) hasil kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Secara keseluruhan, hingga tahun 2026, Pertamina Group telah melaksanakan 151 program lingkungan yang berfokus pada pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.