bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa mereka telah menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi selama kurang lebih tiga bulan. Keputusan ini diambil sebelum akhirnya melakukan penyesuaian harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter yang berlaku mulai 10 Juni 2026.
VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi tidak mengalami penyesuaian sejak Maret hingga awal Juni 2026. Meskipun demikian, harga impor BBM terus mengalami peningkatan sebagai dampak dari gejolak geopolitik global.
Sigit menambahkan bahwa penahanan harga tersebut merupakan upaya Pertamina untuk mendukung pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi. Ia menyatakan bahwa penahanan harga tersebut dimungkinkan untuk beberapa waktu, namun akhirnya tidak dapat dipertahankan lagi demi memastikan ketersediaan pasokan di pasar.
Menurut Sigit, sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, harga BBM yang diimpor oleh Pertamina menjadi lebih tinggi dibandingkan harga jual di pasar domestik. Kondisi ini menyebabkan pendapatan dari penjualan BBM di dalam negeri tidak lagi mencukupi untuk membeli volume BBM impor yang sama.
Ia menjelaskan bahwa selisih antara biaya impor yang tinggi dan harga jual domestik yang rendah telah menurunkan kemampuan Pertamina dalam mengimpor BBM. Jika kondisi ini berlanjut, stok BBM berisiko menipis dan dapat mengganggu pasokan energi nasional, terutama saat permintaan mencapai puncaknya.
Oleh karena itu, Pertamina bersama pemerintah memutuskan untuk melakukan penyesuaian harga pada BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green. Keputusan ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan energi di masyarakat.
Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Namun, harga BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo (Rp20.750 per liter), Dexlite (Rp23.000 per liter), dan Pertamina Dex (Rp24.800 per liter) tidak mengalami perubahan. Harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite (Rp10.000 per liter) dan Biosolar (Rp6.800 per liter), juga tetap dipertahankan.