bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Amerika Serikat (AS) akan berhadapan dengan Bosnia Herzegovina dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion San Francisco Bay Arena, Santa Clara, pada Kamis (2/7) pagi waktu Indonesia. Pertandingan ini menandai fase gugur bagi tim tuan rumah AS setelah Kanada dan Meksiko sebelumnya memastikan langkah ke babak 16 besar.
AS, yang tampil sebagai juara Grup D, menunjukkan performa impresif di fase grup dengan kemenangan atas Paraguay (4-1) dan Australia (2-0), meskipun mengalami kekalahan tipis 2-3 dari Turki di laga terakhir. Sementara itu, Bosnia Herzegovina lolos ke babak gugur sebagai peringkat ketiga Grup B, setelah meraih hasil imbang melawan Kanada, kalah dari Swiss, dan menutup fase grup dengan kemenangan melawan Qatar.
Dalam prediksi yang dirangkum dari ruang redaksi olahraga CNNIndonesia.com, beberapa analis memperkirakan AS memiliki keunggulan dalam pertandingan ini. Tim asuhan Mauricio Pochettino diprediksi akan tampil agresif dan dominan sejak awal untuk mencetak gol cepat, sehingga menyulitkan Bosnia Herzegovina untuk mengembangkan permainan. Prediksi skor bervariasi, mulai dari kemenangan 2-0 hingga 3-1 untuk AS, dengan keyakinan bahwa pertandingan akan selesai dalam waktu normal.
Kekuatan AS dalam hal kecepatan dan intensitas permainan, serta kemampuan mereka dalam melakukan pressing agresif dan merebut kembali penguasaan bola, menjadi faktor yang diunggulkan. Meskipun Bosnia Herzegovina berpotensi mengandalkan permainan fisik, bola mati, dan memanfaatkan postur tubuh pemain, terutama jika Edin Dzeko menunjukkan kedisiplinan dalam bertahan, banyak yang memprediksi AS akan mampu mengatasi perlawanan tim tamu.
Namun, ada pula prediksi yang menyebutkan pertandingan akan berjalan alot hingga babak adu penalti, dengan kemungkinan Bosnia Herzegovina untuk melaju ke babak 16 besar. Performa AS yang solid di kandang sendiri, ditambah dengan status juara grup, memberikan keuntungan tersendiri bagi mereka. Di sisi lain, Bosnia Herzegovina datang sebagai penantang yang bisa saja memberikan kejutan.