bytedaily
Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:16 WIB

PSSI dan ILeague Sambut Kembali Suporter Tim Tamu di Super League 2026/2027

Redaksi 05 September 2026 2 views
PSSI dan ILeague Sambut Kembali Suporter Tim Tamu di Super League 2026/2027
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan ILeague menyambut baik kembalinya kehadiran suporter tim tamu dalam gelaran Super League musim 2026/2027. Kehadiran suporter PSS Sleman di kandang Bali United menjadi penanda dimulainya kembali kebijakan ini pada pertandingan pembuka musim.

Pertandingan antara Bali United dan PSS Sleman yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Jumat (4/9) malam WIB, berlangsung dengan suasana sportif meskipun dihadiri suporter tim tamu.

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, menyatakan kegembiraannya atas kembalinya suporter tim tamu ke stadion. Ia meyakini bahwa para suporter memiliki kecintaan mendalam terhadap sepak bola dan akan menjaga kelangsungan olahraga tersebut. "Kalau kita mencintai sesuatu maka kita akan menjaganya. Jadi saya pasti percaya bahwa supporter sepak bola di Indonesia dari klub manapun itu pasti akan menjaga sepak bola kita," ujar Ratu Tisha dalam keterangan tertulisnya.

Senada dengan PSSI, CEO ILeague juga menyambut positif kebijakan ini, namun menekankan pentingnya pengawasan ketat. Ia mengingatkan bahwa pencabutan larangan kehadiran suporter tim tamu masih dalam tahap evaluasi dan perlu penguatan berkelanjutan. "Ya, bagus. Tapi memang harus selalu ada penguatan terkait kehadiran suporter tamu ini. Karena ini baru pertandingan pertama, tidak boleh lengah dan berpuas diri," ungkapnya.

CEO ILeague juga berpesan kepada suporter untuk senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan fair play, serta menghindari tindakan anarkis atau kriminal agar pertandingan dapat dinikmati sebagai tontonan yang menarik dan bermanfaat bagi klub. "Karena pertandingan-pertandingan awal seringkali baik gitu ya. Tapi, suporter juga nggak boleh berpuas diri dan selalu menjunjung tinggi sportivitas, fair play, tidak boleh anarkis apalagi kriminal. Sehingga pertandingan itu menjadi tontonan yang menarik dan pada akhirnya baik untuk klub itu sendiri," tambahnya.

Kembalinya suporter tim tamu di Super League menjadi sebuah pemandangan baru setelah larangan yang diberlakukan pasca Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, yang menyebabkan 135 korban jiwa. Larangan tersebut telah berlaku selama empat tahun sebelum akhirnya dicabut.

Meskipun demikian, kebijakan baru ini masih dalam tahap evaluasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perilaku suporter selama kompetisi berlangsung.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.