bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Brasil memiliki catatan sejarah yang kurang menguntungkan dalam ajang Piala Dunia apabila mereka memulai turnamen dengan hasil imbang di pertandingan pembuka. Tim berjuluk Selecao ini kembali mengalami hal serupa pada Sabtu (14/6) atau Minggu (15/6) pagi, di mana mereka bermain imbang 1-1 melawan Maroko. Ini menandai hasil imbang keempat Brasil dalam laga pembuka Piala Dunia.
Catatan serupa pertama kali terjadi pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat. Saat itu, Brasil yang dilatih oleh Mario Zagallo harus puas dengan skor kacamata 0-0 melawan Yugoslavia di laga awal, dan pada akhirnya tidak berhasil meraih gelar juara.
Empat tahun kemudian, pada Piala Dunia 1978 di Argentina, Brasil juga memulai perjalanannya dengan hasil imbang 1-1 melawan Swedia. Hasil akhir turnamen tersebut juga tidak membawa Brasil menjadi juara dunia.
Fenomena ini kembali terulang pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Brasil mengawali kiprahnya dengan hasil imbang 1-1 melawan Swiss. Meskipun demikian, pada edisi tersebut, Brasil berhasil mencapai babak perempat final.
Sebaliknya, kesuksesan Brasil merengkuh trofi juara dunia pada edisi 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002 selalu diawali dengan kemenangan di pertandingan pembuka. Kemenangan di laga awal seolah menjadi penanda keberhasilan bagi Brasil.
Dengan hasil imbang terbaru melawan Maroko, muncul pertanyaan apakah tren negatif ini akan kembali terjadi seperti pada edisi 1974, 1978, dan 2018. Namun, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan pasti.
Brasil dijadwalkan akan menghadapi Haiti pada 19 Juni dan Skotlandia pada 24 Juni. Mengingat perbedaan kualitas tim, Brasil diprediksi memiliki peluang besar untuk lolos ke babak grup.
Secara historis, Brasil seringkali menjadi kampiun saat mereka berhasil menjuarai grup. Namun, jika Brasil hanya mampu lolos sebagai runner-up grup ke fase gugur, mereka berpotensi menghadapi lawan yang lebih berat di pertandingan selanjutnya.