bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 05:43 WIB

Spesifikasi Mumpuni Helikopter Apache yang Jatuh di Selat Hormuz

Redaksi 11 Juni 2026 16 views
Spesifikasi Mumpuni Helikopter Apache yang Jatuh di Selat Hormuz
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat dilaporkan jatuh di Selat Hormuz. Meskipun penyebab pasti insiden tersebut belum terungkap, Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan tudingan kepada Iran.

Helikopter yang jatuh tersebut diduga merupakan varian dari keluarga AH-64 Apache, yang diproduksi oleh Boeing. Pesawat ini dikenal sebagai salah satu alutsista udara yang sangat ditakuti di wilayah operasionalnya.

Menurut informasi dari situs resmi Boeing, helikopter Apache dioperasikan oleh dua kru, yaitu pilot dan perwira sistem persenjataan, yang duduk dalam konfigurasi tandem vertical. Dengan panjang mencapai 14,7 meter dan bentang baling-baling rotor utama 14,6 meter, helikopter ini memiliki tinggi total sekitar 4,7 meter.

Dimensi ini dirancang untuk mendukung misi tempur berat di berbagai medan ekstrem. Bobotnya juga dioptimalkan untuk membawa beban signifikan dalam operasi taktis.

Sistem aerodinamika dan propulsi pada Apache AH-64, termasuk mesin T700 yang bertenaga, memungkinkan manuver udara yang agresif. Helikopter ini diklaim mampu menanjak dengan kecepatan lebih dari 853 meter per menit, sebuah kemampuan krusial untuk menghindari deteksi radar musuh.

Selain mobilitas vertikal yang cepat, Apache juga unggul dalam kecepatan horizontal, mampu mencapai 150 knot atau lebih dari 279 kilometer per jam.

Sebagai helikopter yang dirancang untuk serangan presisi dan pertempuran modern, Apache memiliki keunggulan dalam daya tahan dan kapasitas muatan. Desainnya memungkinkan pengangkutan senjata multiperan dan sensor, sembari mempertahankan jangkauan dan persistensi yang dibutuhkan untuk operasi berkelanjutan di zona konflik.

Apache dibekali kombinasi persenjataan mematikan, termasuk hingga 16 rudal berpemandu laser Hellfire untuk menghancurkan kendaraan lapis baja. Selain itu, helikopter ini dapat membawa hingga 76 roket 2,75 inci dalam pod peluncur di sayap samping. Sistem persenjataan terintegrasi juga mencakup senapan mesin otomatis kaliber 30 milimeter dengan kapasitas amunisi 1.200 peluru, yang memiliki kecepatan tembak konstan antara 600 hingga 650 putaran per menit.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.