bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 13:55 WIB

Staf Timnas Iran Ungkap Kondisi Tak Biasa Pemain Selama Piala Dunia 2026

Redaksi 19 Juni 2026 14 views
Staf Timnas Iran Ungkap Kondisi Tak Biasa Pemain Selama Piala Dunia 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Paulo Alexandre Araujo, seorang spesialis performa dan pemulihan tim nasional Iran, menceritakan pengalaman unik yang dihadapi para pemain selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Araujo, yang memiliki pengalaman menangani berbagai tim dalam kejuaraan, menyebut situasi yang dialami skuad Iran kali ini sangat berbeda.

Ia mengungkapkan bahwa pemain Iran terpaksa harus segera meninggalkan wilayah Amerika Serikat usai pertandingan melawan Selandia Baru. Hal ini mengharuskan Araujo melakukan perawatan terhadap luka pemain di dalam pesawat dalam perjalanan kembali ke Tijuana, Meksiko, yang menjadi tempat menginap tim. Biasanya, ia melakukan perawatan pemain di ruang ganti.

Araujo menyatakan bahwa banyak hal yang tidak adil dirasakannya. Kondisi para pemain terganggu karena tim harus beradaptasi tampil tanpa analis, petugas media, dan staf pendukung lainnya yang krusial. Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa para pemain Iran bahkan sempat berhadapan langsung dengan senjata api yang dibawa oleh orang-orang yang mengawal mereka dalam perjalanan.

"Ketika para pemain menunggu di bandara selama dua, tiga jam, dan tiba di sana dikelilingi orang-orang dengan senapan mesin dan hal-hal lain semua itu, mereka tidak terbiasa dengan hal itu," jelas Araujo.

Sebelumnya, kapten tim Mehdi Taremi dan pelatih Amir Ghalenoei telah menyatakan bahwa Iran merasa menjadi tim yang paling teraniaya di Piala Dunia 2026 akibat perlakuan diskriminatif di Amerika Serikat. Pemerintah AS memberlakukan pembatasan ketat, tidak mengizinkan Iran untuk tinggal di wilayah mereka, sehingga memaksa timnas Iran menjadikan Tijuana sebagai markas selama turnamen.

Araujo menambahkan, "Ketika Anda bicara soal kompetisi yang adil, maka ini bukan cara yang seharusnya untuk memperlakukan olahragawan."


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.