bytedaily
Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Sugiono Pimpin PB IPSI 2026-2030, Lanjutkan Estafet Kepemimpinan

Redaksi 05 September 2026 2 views
Sugiono Pimpin PB IPSI 2026-2030, Lanjutkan Estafet Kepemimpinan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026-2030 telah resmi dilantik dan dikukuhkan di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, pada Sabtu (5/9). Pelantikan ini juga sekaligus mengumumkan susunan pengurus PB IPSI yang baru.

PB IPSI memulai babak baru dalam kepengurusannya setelah Sugiono terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI yang diselenggarakan di Jakarta pada April 2026. Sugiono kini menggantikan posisi Prabowo Subianto yang telah memimpin PB IPSI selama 23 tahun, dari tahun 2003 hingga 2026. Sebelumnya, Prabowo Subianto sendiri meneruskan kepemimpinan dari Eddie Mardjoeki Nalapraya.

Dalam pidato sambutannya, Sugiono menekankan besarnya tanggung jawab yang diemban dalam memimpin PB IPSI, terutama terkait misi pengembangan budaya nusantara melalui bela diri asli Indonesia. Ia menyatakan bahwa kepengurusan ini melanjutkan estafet yang telah dipegang, dibina, dan dibimbing oleh Prabowo Subianto, dengan prinsip dasar bahwa pencak silat sebagai olahraga bela diri yang tumbuh dan berkembang merupakan bagian dari budaya bangsa yang harus dipelihara dan dikembangkan sebagai olahraga prestasi.

Untuk menjalankan roda organisasi, Sugiono menunjuk Edhy Prabowo sebagai Ketua Harian. Kepengurusan baru ini juga mencakup sembilan wakil ketua umum, sepuluh sekretaris jenderal, dan sembilan bendahara PB IPSI.

Acara pelantikan dan pengukuhan pengurus PB IPSI 2026-2030 dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menpora RI Erick Thohir, dan Ketua Umum KONI Marciano Norman.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.