bytedaily - Dilansir dari bbc.com, Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Amerika Serikat pada kisaran 3,5% hingga 3,75% dalam pertemuan terakhir yang diperkirakan dihadiri Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Keputusan ini diambil di tengah ketidakpastian ekonomi akibat perang Iran dan tekanan dari Presiden AS Donald Trump yang kerap mengkritik kebijakan suku bunga The Fed.
Dalam konferensi pers pasca-keputusan, Powell menyatakan The Fed akan mengambil sikap 'menunggu dan melihat' terhadap ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh konflik Iran. Perang tersebut telah menyebabkan kenaikan harga energi, yang berimbas pada biaya bahan bakar dan kebutuhan pokok. The Fed memilih menahan suku bunga sembari memantau perkembangan konflik dan dampaknya terhadap perekonomian.
Harapan penurunan suku bunga dalam waktu dekat pupus setelah data inflasi Maret menunjukkan kenaikan menjadi 3,3%, angka tertinggi sejak Mei 2024. Meskipun demikian, pernyataan The Fed mengindikasikan kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Namun, Samuel Tombs, ekonom utama AS di Pantheon Macroeconomics, memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak baru-baru ini dapat menunda penurunan suku bunga hingga 2027.
Powell, yang masa jabatannya sebagai gubernur The Fed baru berakhir pada 2028, menyatakan akan tetap berada di bank sentral hingga penyelidikan yang dilakukan pemerintahan Trump terhadap dirinya dan The Fed benar-benar selesai. Ia menekankan pentingnya independensi The Fed dari faktor politik. Powell juga memperingatkan bahwa 'serangan hukum' oleh pemerintahan Trump lebih serius daripada sekadar kritik verbal karena dapat merusak kemampuan The Fed untuk menjalankan kebijakan moneter tanpa pertimbangan politik.
Meskipun Powell berjanji untuk menjaga 'profil rendah' dan tidak akan bertindak sebagai 'ketua bayangan', keberadaannya di dewan The Fed dapat menambah pengawasan terhadap keputusan yang diambil oleh penggantinya, Kevin Warsh. Warsh sendiri telah berjanji untuk menegakkan independensi bank sentral saat menggantikan Powell bulan depan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.