bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 05:57 WIB

Tuchel Akui Timnas Inggris Hadapi Kendala Oksigen Tipis di Meksiko

Redaksi 02 Juli 2026 4 views
Tuchel Akui Timnas Inggris Hadapi Kendala Oksigen Tipis di Meksiko
Ilustrasi visual (Sumber referensi: bbc.com)

bytedaily - Melansir laporan dari bbc.com, pelatih kepala tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan pemainnya tidak memiliki cukup waktu untuk beradaptasi dengan kondisi ketinggian di Meksiko City menjelang laga 16 Besar Piala Dunia 2026 melawan Meksiko. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Azteca, yang terletak sekitar 7.200 kaki di atas permukaan laut.

Kondisi ketinggian ini akan membuat udara lebih tipis, sehingga mengurangi asupan oksigen ke dalam aliran darah. Hal ini diprediksi akan menjadi faktor penting dan menyulitkan para pemain Inggris. Sebaliknya, tim Meksiko telah terbiasa dengan kondisi tersebut karena telah memainkan empat pertandingan Piala Dunia di dataran tinggi, termasuk tiga di Stadion Azteca dan satu di Guadalajara (sekitar 5.000 kaki di atas permukaan laut).

Tuchel menekankan bahwa adaptasi fisik terhadap ketinggian membutuhkan waktu yang signifikan, yang tidak dimiliki timnya karena hanya memiliki jeda tiga hari antar pertandingan. Ia menambahkan bahwa penelitian menunjukkan atlet membutuhkan satu hingga dua minggu untuk aklimatisasi dan meningkatkan produksi sel darah merah di dataran tinggi. Namun, Inggris hanya akan tiba di Meksiko City dua hari sebelum pertandingan.

Meskipun demikian, Tuchel menyatakan timnya siap menghadapi tantangan tersebut dan akan berusaha mengatasinya. Ia juga menanggapi pertanyaan mengenai tekanan ekspektasi yang mungkin membebani tim, namun ia tidak melihat hal tersebut memengaruhi performa pemainnya dalam pertandingan sebelumnya.

Terkait jadwal pertandingan yang bergeser ke dini hari, Tuchel menyarankan orang tua untuk mengizinkan anak-anak mereka menonton demi mendukung timnas Inggris di ajang empat tahunan ini.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media bbc.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.