bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, telah terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)/Indonesian Geothermal Association (INAGA) untuk masa jabatan 2026-2029. Pemilihan ini berlangsung melalui Musyawarah Nasional (Munas) XII API/INAGA yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
Ahmad Yani menyatakan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan dan bertekad untuk berkontribusi dalam pengembangan industri panas bumi nasional. Ia berencana melanjutkan program kerja kepengurusan sebelumnya sembari memperkuat peran asosiasi dalam mendorong sektor ini. Menurutnya, pengembangan energi panas bumi memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, akademisi, penyedia teknologi, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem industri yang kuat dan kompetitif.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 24 gigawatt (GW), namun pemanfaatannya saat ini baru mencapai sekitar 11 persen dari total potensi. Ahmad Yani menekankan perlunya menciptakan iklim investasi yang lebih layak dan bankable melalui perbaikan skema tarif, insentif, serta keberpihakan yang tepat. Selain itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM), teknologi, dan aspek sosial juga menjadi faktor krusial dalam pengembangan proyek panas bumi.
Terpilihnya Ahmad Yani bertepatan dengan peringatan 100 tahun perjalanan panas bumi di Indonesia, yang dimulai dengan pengeboran sumur panas bumi pertama di Kamojang, Jawa Barat. Momentum ini akan menjadi landasan bagi Ahmad Yani untuk memasuki babak baru pengembangan panas bumi Indonesia melalui penguatan keekonomian proyek, inovasi teknologi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Ahmad Yani memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri panas bumi, mencakup seluruh rantai industri dari hulu ke hilir. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PGE pada Januari 2026, ia pernah menduduki posisi Direktur Operasi PGE sejak 2023 dan berbagai jabatan strategis lainnya di perusahaan tersebut. Ia juga berperan dalam mendorong inisiatif teknologi dan inovasi, seperti pilot project green hydrogen di Ulubelu serta pengembangan teknologi Flow2Max® dan G-Bionic.