bytedaily
Selasa, 02 Juni 2026 - 01:14 WIB

Ancelotti Berupaya Taklukkan Keraguan dalam Upaya Revitalisasi Brasil

Redaksi 02 Juni 2026 1 views
Ancelotti Berupaya Taklukkan Keraguan dalam Upaya Revitalisasi Brasil
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, Carlo Ancelotti, yang telah meraih lima gelar Liga Champions, kini menghadapi tantangan baru sebagai pelatih tim nasional Brasil. Meskipun pernah bekerja dengan 43 pemain Brasil sebelumnya, Ancelotti hanya sekali mengunjungi negara tersebut pada awal tahun 2000-an saat masih menjadi pelatih Juventus. Kesepakatan untuk memimpin Brasil sebagai pelatih asing pertama di Piala Dunia tercapai pada Mei 2025, yang menuntutnya untuk segera beradaptasi.

Dalam salah satu pertemuan awalnya di Rio de Janeiro, Ancelotti mendapati staf lokal Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) berusaha berkomunikasi dengannya dalam bahasa Spanyol dan Italia. Menyadari kebanggaan besar Brasil terhadap tim nasionalnya dan pandangan mereka yang cenderung mandiri dalam sepak bola, Ancelotti menyatakan, "Saya yang harus berusaha berbicara bahasa Portugis di sini."

Pelatih berusia 66 tahun ini mengambil langkah serius dengan menyewa guru bahasa Portugis dan berkomitmen pada empat sesi pelajaran per minggu. Roberto Piantino, yang membantunya belajar bahasa Portugis, mengungkapkan keterkejutannya atas dedikasi Ancelotti. "Dia pernah meminta pelajaran pada hari Sabtu, padahal itu adalah hari libur, yang berarti pukul 09.00 pagi di Vancouver, tempat Ancelotti tinggal," ujar Piantino kepada BBC Sport, menunjukkan keseriusan Ancelotti dalam belajar.

Kemenangan meyakinkan 6-2 atas Panama dalam laga pemanasan sebelum Piala Dunia memberikan sinyal positif. Dalam pertandingan tersebut, Rayan dari Bournemouth mencetak gol pertamanya untuk timnas, diikuti oleh gol dari Igor Thiago dari Brentford, serta Vinicius Jr, Casemiro, Lucas Paqueta, dan Danilo.

Ancelotti membutuhkan semua sumber daya yang dimilikinya, termasuk kemampuan berbahasa Portugis, untuk menghadapi tantangan besar musim panas ini: mencegah Brasil mencetak rekor yang tidak diinginkan. Juara lima kali itu terakhir kali memenangkan Piala Dunia pada tahun 2002 dan belum pernah gagal mengangkat trofi selama enam edisi berturut-turut.

Namun, banyak pihak menilai Ancelotti adalah sosok yang tepat untuk pekerjaan ini. Mantan pemain internasional Brasil yang kini menjadi pengamat sepak bola, Walter Casagrande, berpendapat, "Salah satu hal yang paling dibutuhkan Brasil adalah seorang manajer yang lebih besar dari para pemain." Rekam jejak Ancelotti yang memenangkan lima gelar Liga Champions dan trofi di lima liga top Eropa dianggap memiliki bobot yang signifikan, bahkan di ruang ganti yang dihuni pemain bintang seperti Neymar, Vinicius Jr, dan Raphinha.

Penunjukan Ancelotti menabrak salah satu tabu terbesar dalam sejarah sepak bola Brasil: tim nasional dilatih oleh pelatih asing. Cafu, mantan kapten yang memenangkan Piala Dunia dua kali, menyatakan, "Kami adalah satu-satunya negara yang memenangkan Piala Dunia lima kali. Bukan berarti orang asing tidak boleh melatih tim nasional, tetapi saya akan memilih pelatih Brasil."

Ketegangan mengenai isu ini terasa jelas dalam sebuah acara untuk pelatih Brasil pada bulan November. Ketika Ancelotti naik panggung untuk menerima penghargaan, ia mendengarkan pidato dari kolega lokal yang mengkritik kehadiran pelatih asing di Brasil. "Saya selalu mengatakan saya tidak suka pelatih asing di negara saya. Kita, sebagai pelatih, yang patut disalahkan atas invasi ini," ujar Emerson Leao, juara dunia 1970.

Situasi tersebut menimbulkan kecanggungan, bahkan putra Ancelotti yang juga asisten pelatih, Davide, meninggalkan acara tak lama setelahnya.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.