bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah kota dari era Bizantium yang sebelumnya hilang kini berhasil ditemukan kembali di wilayah Oasis Dakhla, Mesir. Lokasi penemuan ini berada di situs arkeologi Ain Al-Sabil, yang terletak di kawasan Gurun Barat Mesir, tepatnya di New Valley Governorate.
Upaya penggalian di lokasi tersebut dilakukan oleh tim dari Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir. Penemuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru mengenai kehidupan perkotaan di Mesir pada periode abad ke-4 dan ke-5 Masehi.
Para arkeolog berhasil mengidentifikasi adanya jaringan jalan yang tertata rapi, sebuah basilika Kristen, dua menara pengawas, struktur pertahanan berupa benteng, serta sejumlah rumah yang dibangun menggunakan bata lumpur.
Menurut analisis para ahli, tata kota ini dirancang dengan jalan-jalan utama membentang dari utara ke selatan yang saling bersilangan dengan jalan-jalan dari timur ke barat, menciptakan area publik terbuka. Di pusat kota, berdiri sebuah basilika Kristen yang diperkirakan berasal dari abad ke-4, menghadap salah satu jalan utama.
Selain itu, penelitian juga mengungkap adanya infrastruktur pendukung kehidupan sehari-hari seperti oven roti, dapur, dan fasilitas penggilingan biji-bijian di area pemukiman ini. Di antara bangunan yang ditemukan, terdapat rumah milik seorang pendeta bernama Tisos dan rumah seorang tabib bernama Tabibos yang menjadi temuan menonjol.
Salah satu penemuan paling signifikan adalah sekitar 200 ostraca, yaitu pecahan tembikar yang dulunya digunakan sebagai media tulis. Ostraca tersebut memuat tulisan dalam aksara Koptik dan Yunani.
Teks-teks yang tertulis pada ostraca tersebut memberikan gambaran mengenai transaksi bisnis, perjanjian komersial, serta korespondensi pribadi. Keseluruhan temuan ini menjadi bukti berharga yang mengungkap organisasi ekonomi dan sosial kota tersebut.
Lebih lanjut, para arkeolog juga menemukan sejumlah besar koin perunggu yang kondisinya masih terawat baik, menampilkan potret kaisar Bizantium, serta koin emas dari masa pemerintahan Constantius II di situs yang sama. Koin-koin ini memberikan petunjuk penting mengenai periode pendudukan situs tersebut.
Menurut informasi dari Heritage Daily, Dewan Tertinggi Kepurbakalaan menyatakan bahwa penemuan ini merupakan salah satu pemukiman Bizantium paling penting yang ditemukan di Gurun Barat Mesir, sekaligus menjadi bukti keberadaan kehidupan di Oasis Dakhla.