bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Arsenal kini dihadapkan pada misi berat untuk mematahkan 'kutukan' juara Community Shield yang secara historis menyulitkan tim untuk meraih gelar juara Liga Inggris di musim yang sama.
Kemenangan meyakinkan Arsenal atas Manchester City dengan skor 3-0 dalam laga Community Shield yang digelar di Cardiff pada Minggu (16/8) lalu, dengan gol-gol dicetak oleh Ricardo Calafiori, Kai Havertz, dan Martin Odegaard, memunculkan kembali pertanyaan klasik mengenai performa tim pasca-turnamen tersebut.
Tren di Inggris menunjukkan bahwa juara Community Shield kerap kesulitan untuk melanjutkan momentumnya menjadi kampiun Liga Inggris. Manchester City menjadi tim terakhir yang berhasil menorehkan prestasi ini pada musim 2018/2019.
Sejak era Premier League bergulir pada tahun 1992, hanya ada delapan tim yang mampu meraih gelar Community Shield dan kemudian menjadi juara Liga Inggris. Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, Manchester City tercatat sebagai satu-satunya tim yang mampu melakukan hal tersebut.
Bagi Arsenal sendiri, kutukan ini terasa lebih nyata, di mana mereka belum pernah berhasil meraih gelar Liga Inggris setelah memenangkan Community Shield di era Premier League. Arsenal tercatat pernah menjadi juara Community Shield pada tahun 1998, 1999, 2002, 2004, 2014, 2015, 2017, 2020, dan 2023, namun tidak ada satupun yang diikuti dengan gelar juara Liga Inggris di musim berjalan.
Oleh karena itu, musim ini Arsenal akan berupaya menguji diri mereka sendiri untuk mendobrak statistik negatif tersebut. Dengan status sebagai juara bertahan, Arsenal dinilai memiliki kualitas materi tim yang memadai untuk mewujudkan ambisi tersebut.